RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Para petani tembakau di Desa Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras mengutarakan kesulitan yang dihadapi pada Bupati Setyo Wahono di acara Medhayoh Senin (14/7).
Mereka kesulitannya menghadapi kemarau basah yang terjadi saat ini. Para petani yang tergabung di kelompok tani mengusulkan adanya pengadaan alat dryer (pengering tembakau) agar kualitas hasil panen dapat tetap terjaga.
Merespons keluhan itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono meminta dinas terkait melakukan riset mendalam terkait ketersediaan dan harga alat tersebut. Untuk mendukung keberlangsungan usaha tani tembakau.
Tembakau merupakan komoditas strategis yang mampu mendongkrak ekonomi rumah tangga. Namun, perlu diperhatikan, bahwa hanya tembakau berkualitas tinggi yang dapat masuk dalam industri besar. Sehingga, perlu penguatan terkait hal ini dari hulu ke hilir.
"Petani bisa memperbaiki rumah, membeli motor, bahkan sapi dari hasil panen tembakau," ujar Bupati Wahono.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zainal Fanani memberikan arahan terkait pentingnya peningkatan produktifitas tembakau di Kecamatan Sugihwaras.
Menunjang keberhasilan para petani tembakau, DKPP memiliki program Sekolah Lapang Tembakau yang akan dilaksanakan di tiga kecamatan. Meliputi Kepohbaru, Malo, dan Kasiman.
"Melalui sekolah lapang ini petani akan mendapatkan pelatihan menyeluruh. Mulai dari pembenihan hingga pasca panen. Serta, dukungan pupuk bagi petani tembakau," terangnya. (ewi/zim)
Editor : M. Nurkhozim