RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Momentum libur Lebaran tahun ini membuat kunjungan wisatawan di Bojonegoro ikut terdongkrak.
Bahkan, sejumlah objek wisata andalan seperti Kayangan Api dan Dander Water Park, hingga Senin (7/4) rutin menggelar pertunjukan seni untuk menambah minat wisatawan.
Namun, kalangan pemerhati wisatawan menganggap kepadatan pengunjung di momentum lebaran itu dianggap wajar, apalagi didukung dari sejumlah penampilan dan atraksi hiburan yang dibiayai dari APBD.
Pemkab Bojonegoro diminta menjaga stabilitas kunjungan, untuk mendangkrak pendapatan asli daerah (PAD) di tengah efisiensi dampak dari program nasional makan bergizi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Welly Fitrama menyampaikan, bahwa kunjungan wisatawan mengalami kenaikan, khususnya dua objek wisata Kayangan Api dan Water Park Dander. ‘’Sejak 1 April di Water Park Dander 479 lembar tiket terjual, dan Kayangan Api sebanyak 724 lembar tiket terjual,’’ terangnya.
Berdasarkan data Disbudpar Bojonegoro, jumlah wisatawan selama 6 hari libur Lebaran yakni 4.510 di Dander Water Park dan 5.190 tiket di Kayangan Api, dengan total 9.700 wisatawan dari 1 sampai 6 April. Diketahui, tiket per lembar di Water Park Dander yakni Rp 9.000, harga tiket di Kayangan Api Rp7.500.
Welly menambahkan, jumlah wisatawan diperkirakan meningkat hingga hari terakhir libur Lebaran, terlebih masih ada pertujukan seni di kedua objek tersebut untuk menarik wisatawan, yakni Reog, Campursari, Jaranan hingga Barongsai. ‘’Hiburan kesenian tersebut untuk menarik pengunjung atau pemudik dari luar Bojonegoro,’’ ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Pengelola Taman Wisata Kayangan Api Sarji mengungkapkan, objek wisata di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem itu selalu mengalami kenaikan pengunjung setiap musim libur.
‘’Baik libur saat Lebaran, atau libur akhir tahun, rerata lebih dari 500 pengunjung setiap harinya,” terangnya.
Direktur Giri Foundation Rian Adi Kurniawan menilai meningkatkanya kunjungan wisatawan di momentum libur Lebaran patut diapresiasi. Namun, masih musiman dan selama ini belum stabil.
Sehingga, butuh inovasi dari OPD teknis Pemkab Bojonegoro untuk menjaga stabilitas keramian objek wisata di Bojonegoro. ‘’Kalau libur ramai itu sudah biasa, apalagi ditunjang hiburan, yang perlu diperhatikan menjaga stabilitas keramaian objek wisata,’’ katanya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana