RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Puncak mudik Lebaran 2025 kurang lebih menyisakan dua pekan lagi. Namun, infrastruktur jalan raya di sepanjang wilayah Bojonegoro, masih membutuhkan perbaikan.
Tak hanya Jalan Nasional Bojonegoro-Ngawi, tapi Jalan Provinsi Bojonegoro-Nganjuk juga kian bergelombang. Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Agung Subagyo menyampaikan, bahwa hingga kemarin (14/3), pemeliharaan jalan masih terus dilakukan.
Menurutnya, perbaikan difokuskan untuk menutup lubang jalan. ’’Untuk jalan provinsi menjelang lebaran dilakukan pemeliharaan berupa sapu lubang,” terangnya. Agung menambahkan, bahwa pihaknya mengklaim tetap bersiaga pada arus mudik dan bakal berkoordinasi dengan dinas terkait.
Khususnya, untuk menangani infrastruktur jalan selama mudik. ’’H-7 (Lebaran) sudah didirikan posko pengaduan apabila ada jalan berlubang akan langsung ditangani,” imbuhnya.
Sementara itu, sejumlah titik di Jalan Nasional Bojonegoro-Ngawi, dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian pada Kamis sore (13/3). Lantaran banyaknya jalan rusak dan berlubang. Dalam survei tersebut, menjadi bahan pelaporan kepada pihak terkait agar segera dilakukan penanganan.
’’Survei ini dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik jalan yang perlu perhatian khusus. Kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” ungkap Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto.
Selama survei, kepolisian turut memberi tanda cat pilox putih pada area jalan yang rusak sebagai peringatan bagi pengendara. Selain itu, Kapolres menegaskan, bahwa akan berkoordinasi dengan dinas terkait dinas pekerjaan umum dan pihak berwenang lain.
Menurutnya, perbaikan ruas jalan rusak ini perlu diperbaiki sebelum operasi keselamatan pemudik. ’’Untuk segera memperbaiki ruas jalan yang rusak sebelum operasi ketupat semeru dimulai,” imbuhnya.
Diketahui, wilayah Bojonegoro menjadi akses jalur tengah arus mudik. Menghubungkan Semarang-Surabaya dan sebaliknya. Selain itu, juga kerap menjadi jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas mudik Lebaran jalur Pantai Utara (Pantura) dan jalur selatan. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana