BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bencana banjir luapan Bengawan Solo masih melanda sedikitnya 902 kepala keluarga (KK) di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno sejak Rabu (26/2) hingga kemarin (28/2). Warga pun terpaksa merasakan awal Ramadan di atas genangan air. Sementara, di tengah banjir tersebut, ada satu bocah berusia sembilan tahun tewas tenggelam.
’’Masih belum surut. Karena kondisi seperti ini, tentu kalau tarawih nanti ya sendiri-sendiri,” ungkap Ahmad Luqman warga Desa Kalisari, Kecamatan Baureno sekitar pukul 17.00 WIB kemarin. Menurutnya, banjir sudah tiga hari melanda desanya atau sejak Rabu (26/2).
Pria yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Kalisari itu menambahkan, bahwa kondisi banjir dengan ketinggian hingga 60 sentimeter itu menggenangi fasilitas umum. Di antaranya masjid, musala, delapan sekolah, hingga kantor desa, dan 190 hektare sawah. ’’Masih ada 902 KK yang terdampak,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Diketahui, banjir di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno menyebabkan anak berusia sembilan tahun bernama Muhammad Arsyad Kholili meninggal dunia akibat tenggelam. Anak yang masih duduk di kelas 3 MI itu tenggelam setelah bermain di area persawahan setempat yang berjarak 150 meter dari rumahnya, pada Kamis (27/2).
Terpisah, Kapolsek Baureno Iptu Sholeh menyampaikan, meski banjir masih menggenangi wilayah Desa Kalisari, namun kondisi genangan hingga kemarin berangsur-asur mulai surut. ’’Kami bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) membuat tenda siaga di depan Masjid Desa Kalisari,” terangnya.
Sementara itu, bencana akibat luapan sungai terjadi, juga menyebabkan seorang warga bernama Jamiran, 49, diduga tenggelam terseret arus di wilayah Desa/Kecamatan Margomulyo sekitar pukul 07.00, Rabu (26/2).
Jamiran diduga tenggelam setelah berusaha menyeberangi Kali Gede di Dusun Jepang, Desa Margomulyo. Adapun pencarian korban masih belum membuahkan hasil hingga kemarin (28/2). ’’Masih belum ditemukan, pencarian dilanjutkan besok,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana