BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengguna elpiji 3 kilogram di Bojonegoro kebingungan mencari keberadaan tabung gas melon itu. Tak hanya langka, harganya pun kian melambung melibihi harga eceran tertinggi (HET). Hal itu, dikhawatirkan berdampak pada melumpuhnya pengusaha kecil selaku penerima manfaat.
‘’Sudah tidak ada stok elpiji, meski sehari ini sangat banyak orang yang mencari,” ungkap Saiful, salah satu pengecer di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem.
Menurutnya, sudah dua minggu terakhir elpiji juga mengalami kenaikan harga, dan sudah dua hari terakhir sudah tidak ada pengiriminan ke tokonya. ‘’Terakhir, harga di pengecer Rp 21.000, kalau beli di pangkalan sudah Rp 19.000 sampai Rp 20.000,” terangnya kemarin (3/1).
Pria yang tinggal berdekatan dengan kawasan minyak bumi dan gas (migas) itu menambahkan, bahwa rerata pembeli elpiji di tokonya merupakan pedagang kecil.
Dewi, warga Desa Manukan, Kecamatan Gayam, menyampaikan, bahwa elpiji 3 kg memang semakin langka sejak awal tahun ini, dan harganya terus naik, meski sudah keliling dari warung ke warung, namun stoknya selalu kosong. ‘’Ini tentu menyulitkan warga, apalagi yang berjualan,” keluhnya.
Menipisnya stok elpiji ini, sudah terjadi sejak awal tahun, dan kenaikan HET dimulai pada 15 Januari 2025. Hal itu, tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Nomor 100.3.3.1/801/ KPTS/013/2024. Dengan kenaikan Rp 2.000 per tabung. Yakni, dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000.
Baca Juga: Dua Maling Nekat Sewa Elf untuk Gondol 289 Tabung Elpiji, Beroperasi Empat Bulan di Lima TKP
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro Sukaemi mengatakan, bahwa setelah naiknya harga elpiji, telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Pertamina.
‘’Telah dilakukan sosialisasi mulai dari agen, pangkalan, dan disampaikan kepada pemanfaat elpiji,” terangnya.
Namun, terkait informasi adanya kelangkan dan harga yang melebihi HET tersebut, mengklaim telah melakukan pemantauan atau pengawasan di lapangan. ‘’Dengan harapan pemanfaatan elpiji 3 kilogam, baik rumah tangga, UMKM, maupun petani yang konversi solar ke elpiji harga tetap sesuai ketentuan,’’ bebernya. (dan/msu)