Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

ADD Desa Sekitar Lapangan Migas Bojonegoro Lebih Besar: Desa Gayam Tembus Rp 2,9 Miliar

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 29 Desember 2024 | 17:00 WIB
Ilustrasi ADD Desa Area Lapangan Migas Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi ADD Desa Area Lapangan Migas Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Desa ring satu lapangan minyak dan gas (migas) di Bojonegoro mendapat alokasi dana desa (ADD) pada 2025 lebih besar dibanding desa lain. Mulai dari Rp 1 miliar hingga Rp 2,9 miliar.

Besaran ADD mengacu dana bagi hasil migas. Sehingga, siltap kepala desa dan perangkatnya di pastikan bakal lebih tebal dibanding desa lain.

Berdasar data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, prognosa ADD 2025 sebesar Rp 439,5 miliar. Naik dibanding ADD 2024 yang sekitar Rp 438,7 miliar.

Untuk desa ring satu peraih ADD tertinggi 2025 merupakan Desa/Kecamatan Gayam dengan prognosa sebesar Rp 2,9 miliar. Kemudian, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam sebesar Rp 2,8 miliar; Desa Begadon, Kecamatan Gayam mendapat Rp 1,3 miliar; Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro sekitar Rp 1,1 miliar; Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas Rp 1 miliar; dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas sekitar Rp 1 miliar.

Kabid Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi mengatakan, besaran ADD Desa Mojodelik dan Gayam berbeda dengan desa lain, karena dua desa itu merupakan penghasil migas.

‘’ADD yang diberikan kepada desa penghasil migas nominalnya lebih besar dibandingkan nonpenghasil migas,’’ ujarnya.

Menurut Suryadi sapaannya, ADD yang diberikan kepada desa penghasil migas naik turun. Tergantung pada harga minyak mentah dunia dan kebijakan fiskal keuangan negara. Besaran yang diterima setiap desa juga berbeda. Karena dipengaruhi oleh jumlah penduduk, angka kemiskinan, dan daerah penghasil migas.

‘’Besar kecilnya ADD yang diterima setiap desa, salah satunya ditentukan oleh lokasi. Sesuai dengan mana yang penghasil dan non penghasil, mana yang masuk ring 1 dan ring 2,’’ paparnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#alokasi dana desa #bapenda bojonegoro #ring satu #gas #Lapangan #minyak mentah #bapenda #ADD #bojonegoro #gas bumi #hasil migas #DPMD Bojonegoro #pad #minyak #migas #DPMD