Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DKPP Bojonegoro: Target Produksi Padi Kurang 283 Ribu Ton

Hakam Alghivari • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 19:00 WIB

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Target produksi padi di Bojonegoro tahun ini masih kurang sekitar 283 ribu ton. Dari target yang ditetapkan 900 ribu ton, baru tercapai sekitar 617 ribu ton dari Januari hingga Juni 2024.

Berdasar data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, dari total luas tanam padi 141.718 hektare (ha) pada Oktober 2023 hingga Juni 2024. Luas panen padi mencapai 97.882 ha per Januari hingga Juni 2024. Dengan angka produksi padi sekitar 617.060 ton pada Januari hingga Juni 2024.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin mengatakan, luas tanam padi tertinggi di Bojonegoro hingga Juni 2024. Yakni, terdapat di Kecamatan Sumberrejo sekitar 11.599 ha dengan produksi padi 47.853 ton. Selanjutnya, Kecamatan Kepohbaru dengan luas tanam padi sekitar 10.951 ha dan angka produksi mencapai 53.834 ton. Kemudian, Kecamatan Kalitidu dengan jumlah luas tanam padi sekitar 10.072 ha dan angka produksi 34.227 ton.

‘’Selain luas wilayah, jumlah tanam yang bisa dua kali setahun juga mempengaruhi angka produksi padi,’’ paparnya.

Menurut Imam, Kabupaten Bojonegoro mamatok target produksi padi sekitar 900 ton yang merupakan hasil panen kering giling tahun ini. Meski sempat terdapat kendala cuaca yang mempengaruhi angka produksi padi tahun ini. Namun, ia optimis mampu mencapai target yang telah ditentukan tahun ini.

‘’Insya Allah tercapai. Meski ada kendala cuaca, tapi optimis bisa tercapai,’’ ujarnya.

Dia melanjutkan, dari total sekitar 83.197 ha luas lahan pertanian di Bojonegoro rerata merupakan lahan tadah hujan. Yakni, sekitar 60 persen lahan tadah hujan. Sehingga, hanya beberapa wilayah saja yang bisa menanam padi di sisa tahun ini. Utamanya, lahan-lahan di wilayah Sungai Bengawan Solo, Waduk Pacal, dan sumber air dalam tanah.

‘’Setelah ini hingga akhir tahun nanti, hanya lahan yang teraliri sungai, irigasi, dan sumber air dalam saja yang masih bisa menanam padi,’’ pungkasnya.

Satam salah satu petani asal Kecamatan Dander mengatakan, saat ini menanami lahannya dengan jagung. Namun, setelah panen jagung nanti, tepatnya pada sekitar Oktober tahun ini akan kembali menanam padi. Mengingat, di sawah daerahnya memang terdapat sumur bor. Sehingga, tidak perlu khawatir akan keberadaan air dan bisa menanam padi kapan saja. Hanya saja, lebih memutuhkan pengeluaran cukup banyak untuk biaya pengairan apabila menanam padi tidak pada saat musim hujan.

‘’Dalam satu tahun biasanya menanam padi dua kali dan jagung satu kali. Jadi, polanya padi, jagung, dan padi lagi,’’ katanya. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#dkpp #Petani #Produksi #bojonegoro #padi