Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Faktor Human Error, Sehari Lima Nyawa Melayang di Jalan

Hakam Alghivari • Senin, 6 Mei 2024 | 19:45 WIB
TRAGIS: Bus Rajawali jurusan Bojonegoro-Surabaya terlibat laka lantas di ruas jalan Nasional turut Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno pukul 06.00 WIB pada Sabtu lalu (4/5).
TRAGIS: Bus Rajawali jurusan Bojonegoro-Surabaya terlibat laka lantas di ruas jalan Nasional turut Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno pukul 06.00 WIB pada Sabtu lalu (4/5).

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di ruas jalan Nasional wilayah Kabupaten Bojonegoro, kembali memakan korban. Bahkan, terjadi tiga peristiwa laka lantas pada Sabtu lalu (4/5). Ironisnya, menewaskan lima korban jiwa.

Rerata laka melibatkan kendaraan besar tersebut, diduga karena faktor kelalaian. Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Anjar Rahmat Putra menyampaikan, peristiwa laka lantas yang terjadi di jalan Nasional turut Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno.

Kemudian, jalan Nasional turut Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu dan Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo. Menurutnya, murni karena faktor kelalaian manusia atau pengendara. ’’Kejadian laka pada Sabtu  karena human error,” ungkapnya kemarin (5/5).

Satlantas juga bakal menindak pihak yang terlibat dan menyebabkan korban meninggal dunia. Baik sopir maupun pihak seperti perusahaan otobus (PO). Salah satunya, kejadian laka di Jalan Raya Bojonegoro-Babat, turut Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno. ’’Saat ini, penyidik masih melakukan penyidikan terkait dengan kejadian laka tersebut,” tegasnya.

Berdasar data dihimpun, kecelakaan melibatkan bus terjadi di Jalan Raya Bojonegoro-Babat, turut Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno. Kejadian pada sekitar pukul 06.00 WIB menyebabkan menyebabkan dua korban jiwa pada Sabtu (4/5).

Kejadian bermula saat bus Rajawali Bojonegoro-Surabaya nopol S 7705 UA dikendarai Ahmad Zaenal, asal Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, berjalan ke arah Babat. Bersamaan melaju motor nopol W 6501 NZ yang dikendarai seorang petani asal Desa Ngemplak. Yakni, Wajiran, 56, dan istrinya Sriati, 54.

’’Sepeda hendak berbelok ke arah kanan, karena jarak sudah dekat sehingga bis Rajawali Indah menabrak pengendara sepedah motor tersebut dari belakang,” ungkap Kapolsek Baureno AKP Matsuiswanto.

Akibat peristiwa itu, bus yang diduga berkecepatan tinggi hingga terguling. Nahas, pembonceng motor yakni Sriati, asal Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, dan kenek Bus Rajawali Ade Bagus Pratama, 35, asal Desa Tulung, Kecamatan Trucuk menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, kecelakaan kembali terjadi di jalan Nasional turut Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu. Laka melibatkan tiga kendaraan. Di antaranya truk boks, truk bak, dan mobil elf. Beruntung, tidak ada korban dalam laka karambol itu. ’’Tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka saja,” ungkapnya Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri.

Sementara itu, menjelang petang sekitar 17.30 WIB, kecelakaan kembali terjadi di jalan Nasional tepatnya Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo. Truk tangki bermuatan elpiji menabrak pengendara motor Ninja nopol B 6342 BE. Menewaskan tiga korban jiwa yang mana satu keluarga. Yaitu, Sumbito, 38, Titi Yani, 29, dan anaknya Arjuno Ozzy, 8.

Laka berawal saat truk tangki elpiji nopol AD 8330 IG yang dikemudikan Sutrisno, warga Wonogiri, Jawa Tengah melaju dari arah Bojonegoro ke Ngawi. Namun, dalam kondisi oleng diduga akibat sopir truk mabuk. Sebelum akhirnya menabrak satu keluarga asal Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, dan langsung meninggal di tempat kejadian. (dan/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#human error #Meninggal Dunia #Korban #Laka Lantas #bojonegoro