BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Lengangnya Taman Rajekwesi Bojonegoro, masih sayup-sayup terdengar suara tepuk tangan. Puluhan orang melingkar pada warung kopi tepat di selatan taman. Tampak seorang berdiri di bidak kios berukuran 3x3 meter, yang lain mendengar dengan seksama.
Salah satu warung kopi di Taman Rajekwesi tersebut disulap jadi panggung puisi.Satu per satu orang bergantian memegang mikrofon dan membacakan sajak. Sebuah warung kopi sederhana disulap menjadi panggung pertunjukkan puisi seadanya, dengan background bertuliskan Sastra Loka Dewan Kesenian Bojonegoro.
Belum kembali secara resmi, Dewan Kesenian Bojonegoro (DKB) memang telah lama mati suri sejak 2014, sebelum diganti nama menjadi Dewan Kebudayan Bojonegoro hingga 2019.
Ramon Pareno penggagas kembalinya DKB mengatakan, berkumpulnya seniman ini sebagai respons atas adanya tanggapan Bupati tentang perlunya lembaga kesenian, pada rembug budaya Februari lalu. Bersama 20 seniman dari berbagai kalangan dan bidang seni. (dan/rij)