Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Wisata Gerabah Malo Minim Pengunjung Lokal, Justru Ramai dari Tuban-Rembang

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 20 Juni 2023 | 18:17 WIB
JUJUGAN BELAJAR: Wisata gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, menjadi edukasi dan bisa praktik di tempat. (EKA FITRIA MELLINIA/RDR.BJN)
JUJUGAN BELAJAR: Wisata gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, menjadi edukasi dan bisa praktik di tempat. (EKA FITRIA MELLINIA/RDR.BJN)
https://www.youtube.com/watch?v=gnaFiLchaKU

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebelum pandemi pengunjung dalam kota banyak, tapi setelah itu hanya sedikit,” keluh Siti Yulianti perajin gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo. Hingga Senin (19/6) Wisata Gerabah Malo minim kunjungan lokal.

Perlu upaya maksimal pengelola menarik wisatawan lokal, objek wisata edukasi gerabah berlokasi di Desa Rendeng, tersebut didominasi wisatawan luar kota. Seperti Kabupaten Pati, Tuban, dan Rembang.

Gerabah Malo merupakan budaya warisan nenek moyang terus dilestarikan warga desa dan sejak 2015 menjadi Wisata Edukasi Gerabah (WEG). Edukasi agar pelajar hingga mahasiswa bisa cara pembuatan Gerabah Malo secara sederhana. Seperti membuat cobek bisa dipraktikkan ketika berkunjung ke WEG,” tutur perempuan sebagai ketua Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Rendeng tersebut.

Photo
Photo
JUJUGAN BELAJAR: Wisata gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, menjadi edukasi dan bisa praktik di tempat. (EKA FITRIA MELLINIA/RDR.BJN)

Yulia mengatakan, banyaknya kunjungan pelajar terjadi ketika sebelum pandemi. Memasuki masa pemulihan Covid-19, pengunjung dalam kota belum banyak terlihat. Rerata kunjungan siswa TK, SD, SMP sederajat. Juga ada SMA dan mahasiswa,” jelasnya. Banyak dari lembaga pendidikan membuat perjanjian kerja sama atau MoU.

Selain minimnya kunjungan wisatawan lokal, wisata Gerabah Malo memiliki tantangan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi menghadapi perkembangan zaman khususnya dunia anak-anak. Bagaimana kami melihat perkembangan agar gerabah tidak ditinggalkan. Seperti pembaruan bentuk gerabah. Setiap tahun kami ada bentuk baru seperti Pororo. Saat ini proses bentuk Mixue,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Rendeng Muslih mengatakan, dominasi kunjungan wisata Gerabah Malo dari luar kota menjadi tantangan BUM Desa selaku pengelola. Pengelola harus berupaya maksimal menarik wisatawan dalam kota khususnya lembaga pendidikan. Merupakan suatu tantangan agar pengelola door to door ke lembaga pendidikan,” jelasnya. (yna/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Gerbah Malo #Edukasi #bojonegoro #Wisata Gerabah