GEMPA mengguncang wilayah Bojonegoro, Senin (12/6) pagi masih dalam kajian. Kepala BMKG Tuban Zem Irianto mengatakan, sejauh hasil analisa, gempa terjadi karena aktivitas seismik atau sesar lokal.
‘’Jadi apakah ada kaitannya dengan drilling sumur, masih perlu kajian dan penelitian lebih dalam,” jelasnya.
Brilliananto Maranditya ahli geologi mengatakan, secara ilmiah gempa terjadi Senin pagi tidak terkait kegiatan sumur minyak. Dilihat dari hiposentrum dan episentrum gempa, itu termasuk gempa dangkal. ‘’Kemungkinan karena aktivitas sesar lokal di wilayah Bojonegoro,” jelasnya.
Sekretaris BPBD Bojonegoro Zaenul Ma’arif mengatakan, titik koordinat di perbatasan Bojonegoro-Tuban, tepatnya di bekas rel lokomotif. Gempa sempat dirasakan dua kali masyarakat dekat dengan titik gempa. ‘’Pukul 08.04, dan gempa susulan terjadi sepuluh menit kemudian,” jelasnya. (dan/rij)
https://www.youtube.com/shorts/GGE7WtfrA7w Editor : M. Yusuf Purwanto