Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Sapi Terjangkit LSD Boleh Dikonsumsi? Begini Penjelasan Disnakkan

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 7 Juni 2023 | 18:59 WIB
Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro mengklaim sapi terjangkit penyakit lumpy skin disease (LSD) masih layak dikonsumsi. Hanya, warga diminta menghindari daging terdapat benjolan ditengarai LSD.

Hingga saat ini, penyakit LSD atau biasa disebut lato-lato pada ternak sapi masih menjadi ancaman, tak terkecuali menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang.

Berdasar data Disnakkan Bojonegoro, sebanyak 1.100 vaksin LSD telah disuntikkan ke sapi. Masih jauh dibanding jumlah sapi di Bojonegoro terdapat 250.000 ekor. Data pemotongan hewan Iduladha 2022, disnakkan mencatat 3.200 ekor hewan disembelih pada hari kurban.

Hendri Susilo Nugroho dokter hewan Disnakkan Bojonegoro mengimbau, agar hewan kurban baik domba, kambing, dan sapi agar diperiksa kesehatan sesuai syarat. Tim akan mengecek kesehatan hewan kurban jelang Iduladha nanti untuk mencegah penularan penyakit LSD. ''Baik sebelum maupun setelah pemotongan di masing-masing tempat pemotongan hewan,” jelasnya

Sumaryanto, mantri pengelola kesehatan hewan di Kecamatan Ngasem mengatakan, selama ini belum ada larangan untuk mengonsumsi daging dari ternak terjangkit. Hal tersebut tidak hanya pada penyakit LSD, namun juga PMK. ''Karena tidak menular pada manusia,” ungkapnya.

LSD menjangkit tubuh sapi, ditandai benjolan kulit sapi terutama tubuh leher, punggung, dan perut. Namun, sapi masih bisa dikonsumsi dagingnya dengan mimilih bagian masih layak dikonsumsi. Daging bisa dikonsumsi dengan memisahkan bagian terserang (benjolan),” jelasnya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#LSD #wabah #disnakkan bojonegoro #bojonegoro #virus