Masyarakat semakin antusias saat dalang Trio Wahyu Aji, memainkan wayang diiringi gamelan. Suasana gayeng menjadi rangkaian sedekah bumi. Kegiatan rutin warga desa tersebut sempat berhenti selama empat tahun akibat pandemi, namun kembali digelar tahun ini.
Kepala Desa (Kades) Glagahwangi Abdul Ghofur mengatakan, gelaran sedekah bumi awalnya rutin setiap tahun, dan turun temurun. Menurutnya, acara itu wujud syukur warga desa atas hasil bumi dan menghadirkan kesenian wayang krucil berasal dari Dusun Ndogo, Desa Glagahwangi.
‘’Bentuk syukur juga melestarikan kesenian,” ungkapnya kemarin (5/5).
Gunawan warga setempat senang kegiatan tersebut karena sudah lama tidak digelar. Apalagi dihadiri lebih dari seratus warga, termasuk warga luar desa juga berdatangan. Kegiatan sejak siang dan dilaksanakan di sumberan atau di samping sumur area sawah, simbol dari sumber kehidupan warga desa.
‘’Selain wayang krucil, malamnya juga terdapat gelaran tayub,” ungkapnya. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto