Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pedagang Pasar Sambat Sepi

M. Yusuf Purwanto • Senin, 14 November 2022 | 05:12 WIB
SEPI PEMBELI: Pedagang di Pasar Kota sedang melayani pembeli, akhir-akhir ini sepi pembeli. (M. Nurkozim/RDR.BJN)
SEPI PEMBELI: Pedagang di Pasar Kota sedang melayani pembeli, akhir-akhir ini sepi pembeli. (M. Nurkozim/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Keluhan kondisi Pasar Kota Bojonegoro sepi kerap dilontarkan para pedagang. Khususnya pedagang di lapak dalam. Sebab mereka harus bersaing dengan pedagang di luar, baik lesehan maupun pedagang kaki lima (PKL).

 

Ismiyati, pedagang ikan di Pasar Kota Bojonegoro mengeluhkan akhir-akhir ini kondisi pasar sepi. Ketika pasar ramai omzet Rp 2 juta per hari.

 

“Sedangkan hari-hari ini hanya bisa dapat omzet Rp 1 juta per hari,” bebernya. Selain itu, dampak dari kenaikan harga ikan laut akibat kondisi cuaca ekstrem. Sehingga pasokan ikan laut terbatas.

 

Akibat kenaikan harga ikan laut ini, ia mengurangi jumlah ikan yang dijual. Pasokan ikan laut yang dijual itu dari Kabupaten Tuban. Sedangkan pasokan ikan tawar diperoleh dari Kabupaten Lamongan, dan Gresik.

 

Terpisah, Penasihat Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro (PPPKB) Agus Mujiono menilai perlu dicarikan solusi untuk mendongkrak daya beli masyarakat ke pasar.

 

Agus menyampaikan saat rapat audiensi dengan jajaran Pemkab Bojonegoro pada Selasa lalu (8/11), bahwa konsep pasar 24 jam perlu diterapkan.

 

Andaikan, kata dia, saat perencanaan pembangunan Pasar Wisata ada komunikasi dengan para pedagang, ingin memberi banyak saran.

 

“Sayangnya kami tidak pernah satu kali pun diajak berbicara mengenai adanya pembangunan pasar wisata. Bahkan, pembangunannya diperuntukkan untuk memindah para pedagang,” ucapnya.

 

Adapun kondisi pedagang Pasar Kota saat ini sangat dirugikan, tak sedikit pedagang mengeluh karena nyaris tak ada pembeli. Sebab, kalah dengan pedagang lesehan, para pedagang sore-malam, dan para pedagang trotoar. “Padahal dulunya agar bisa punya bedak, toko, dan los itu para pedagang harus sewa beli, bayar retribusi, asuransi, pajak bumi bangunan, dan lainnya,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bojonegoro Nurul Azizah menyatakan, bahwa rapat pertemuan itu merupakan ruang diskusi maupun audiensi guna menampung semua masukan dari pedagang. Guna bersinergi untuk menemukan landasan yang baik. Sekda hadir bersama Kepala Disdagkop UM Sukaemi dan Inspektur Teguh Prihandono. (bgs/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#PKL #Dikonsep 24 Jam #Sepi #bojonegoro #Pasar Kota Bojonegoro