BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Perhelatan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak menyisakan hitungan jari. Suhu potitik di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan mulai menghangat.
Karena, satu-satunya desa dari 33 desa yang menggelar pilkades serentak tahun ini, pendaftarnya lebih dari lima bakal calon (balon). Yakni, enam pendaftar. Sesuai regulasinya, harus digelar tes tulis untuk diambil lima calon.
Sehingga, satu balon terancam gagal. Namun, sebelum penetapan calon, balon masih bisa mengundurkan diri.
Sekretaris Kecamatan Kedewan Yudistira Nugraha mengatakan, di Kecamatan Kedewan ada dua desa menggelar pilkades. Yakni, Desa Beji; dan Desa Wonocolo.
Di Desa Wonocolo antusiasme warga pada pilkades sangat tinggi. Karena itu pendaftarnya cukup banyak. Mencapai enam pendaftar. ‘’Ini nanti akan dilakukan seleksi,’’ ungkapnya singkat.
Sesuai data di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, tercatat 89 balon kades siap berlaga pada 26 Oktober mendatang. Dari jumlah itu, 56 balon di antaranya adalah calon pendatang baru.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Machmuddin mengatakan, jumlah calon di pilkades serentak hingga penutupan pendaftaran tercatat 89 orang.
Dari 33 desa, ada satu desa yang pendaftarnya lebih dari lima orang. Yakni, Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan. Sehingga, harus digelar seleksi balon kades. Sebab, batas maksimal calon kades hanya lima orang.
Sesuai tahapannya, tes tulis akan digelar 12 Oktober mendatang. Kemudian, penetapan calon 13 Oktober. Setelah dilakukan penetapan calon, dipastikan dilarang mengundurkan diri. Saat ini bakal calon masih bisa mengundurkan diri karena belum ada penetapan calon.
‘’Setelah calon ditetapkan baru dilakukan proses kampanye,’’ tegasnya. (zim/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto