Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinperinaker Slamet mengatakan, jumlah pencari kerja selama enam bulan (Januari-Juli) terakhir rerata lulusan baru. Para pencaker itu dari berbagai tingkatan pendidikan. Mulai SD hingga sarjana.
Jumlah paling banyak jenjang pendidikan SMA/SMK. Jumlah pencaker lulusan SMA sebanyak 238 orang. Sedangkan lulusan SMK sebanyak 560 orang. Lulusan sarjana sebanyak 175 orang.
Slamet melanjutkan, meski jumlah pencaker cukup banyak, namun lowongan kerja tersedia juga banyak. Dia yakin sebagian para pencaker itu sudah ada yang melamar kerja di sejumlah lowongan tersedia. ‘’Lowongan kerja yang kami umumkan tidak hanya di Bojonegoro. Namun, juga di luar Bojonegoro,’’ jelasnya. Bagi pencaker, menurut dia, dinperinaker juga memberi pelatihan kewirausahaan agar bisa membuka wirausaha mandiri.
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (cabdin) Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Agung Priyono mengatakan, lulusan SMA dan SMK memang cukup banyak. Setiap tahun jumlahnya mencapai ribuan orang. ‘’Tentu ini menjadi tantangan di dunia kerja,’’ jelasnya.
Agung meminta SMK-SMK memfasilitasi siswanya bisa masuk bursa kerja. Sehingga, para lulusan tidak kesulitan mencari kerja. ‘’Jumlah SMK ada 62. Jumlah lulusannya pasti sangat banyak. Sekolah harus membantu siswa masuk bursa kerja,’’ jelasnya. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto