Anik menjelaskan, membawa bakal penting untuk anaknya. Pulang pukul 13.50, terkadang dilanjutkan ektrakurikuler hingga pukul 16.00. Bahkan terkadang hingga 16.30. Sehingga tidak ada waktu untuk pulang ke rumah.
Ketika tidak diberi bekal, uang saku akan membengkak. Harus membeli makanan di luar atau kantin. Agar anaknya lahap makan, Anik membuatkn berbeda-beda setiap hari. Namun tidak lepas dari makanan mengandung karbohidrat dan protein. “Juga buah walau beberapa potong,” ungkapnya.
Tentu bukan Anik sendirian, rerata orang tua juga menyiapkan bekal setiap pagi. Waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru ini sudah kembali normal. Siswa SMP pulang pukul 13.50, sedangkan SMA/SMK hingga 15.30. Kondisi ini membuat wali siswa menyiapkan bekal makan siang untuk anaknya. Bahkan mengantarkan langsung jelang waktu istirahat.
Kepala SMAN 4 Bojonegoro Wiwik Widowati mengatakan, KBM berlangsung hingga sore. Siswa pulang sekitar pukul 15.30. Sehingga makan siang di sekolah. Banyak siswa membawa bekal makan siang. Baik membawa sejak pagi, maupun bekal diantarkan orang tua menjelang waktu istirahat. Bahkan terdapat yang diantarkan ojek online.
“Bekal ditaruh di pos satpam kemudian siswa mengambil,” ungkapnya. Menurut Wiwik kantin di sekolah juga sudah buka dan menyediakan makanan dalam kemasan.
Kepala SMAN 2 Bojonegoro Rokhani Cahyaning mengatakan, KBM berakhir sekitar pukul 15.15. Sehingga ada siswa membawa bekal makan siang. Namun ada juga membeli makan di kantin sekolah.
Kepala SMPN 5 Bojonegoro Zamroni mengatakan, jam pelajaran sudah kembali normal dan pembelajaran hingga pukul 13.50. Waktu pulang siswa ditentukan masing-masing sekolah. Misalnya, sekolahnya pulang hampir pukul 2 siang karena ada Salat Duhur berjamaah.
Menurut Zamroni, pihak sekolah sudah mengimbau siswa untuk membawa bakal makan siang. Dan banyak siswa yang membawa bekal ke sekolah, meski kantin tetap buka. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto