‘’Itu hasil validasi Februari lalu,’’ ungkap Kepala Dinkes Bojonegoro dr Ani Pujiningrum.
Ani menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan lagi. Hasilnya baru akan diketahui pada Agustus mendatang.
Menurut Ani, angka stunting di Bojonegoro tahun ini sudah menurun dibanding tahun lalu. Dia yakin angka itu stunting saat ini juga akan terus menurun. Dalam menurunkan angka stunting dinkes melakukan beberapa cara. Mulai pencegahan hingga penanganan.
Menurut Ani, stunting tidak hanya dialami warga miskin. Banyak orang kaya yang anaknya mengalami. Itu karena stunting disebabkan pola asuh yang salah. Pola asuh yang salah itu bisa dialami oleh orang kaya maupun orang miskin.
Cara yang dilakukan dinkes untuk menurunkan angka stunting adalah dengan menyiapkan calon ibu. Para calon ibu harus diberikan gizi yang cukup. Sehingga, asupan gizi bayi di dalam kandungan tercukupi.
Kemudian, calon ibu juga harus diberikan pemahaman terkait dengan pola asuh. Ini hal yang paling urgen. Ibu yang salah melakukan pola asuh akan membuat bayinya mengalami stunting.
Kemudian, untuk menanganinya dinkes melakukan dengan cara memberikan asuran gizi lebih. Yakni, susu dan biskuit. Anggaranya ada yang dari APBD maupun APBD.
‘’Selain itu juga harus dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan,’’ jelasnya. (zim/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto