‘’DBH migas kembali masuk, jumlanya Rp 58,9 miliar,’’ ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti.
Ibnu menjelaskan, besaran transfer DBH migas memang tidak pasti. Semua tergantung Kementerian Keuangan. Pihaknya tidak mengetahui alasan besar atau kecilnya DBH yang masuk. ‘’Transfer DBH migas biasanya mencapai ratusan juta sekali transfer,’’ tutur pria asli Madura itu.
Saat ini harga minyak dunia adalah 110,64 dolar per barel. Harga itu mengalami kenaikan dibanding beberapa hari sebelumnya. Kenaikan harga minyak dunia dipicu perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Harga itu diprediksi bakal terus naik karena perang tak kunjung usai.
‘’Kenaikan itu juga membuat harga minyak dari Bojonegoro ikut naik,’’ jelasnya.
Selain harga minyak dunia, besaran DBH migas juga dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar masih bagus. Sehingga, penerimaan DBH diperkirakan masih akan tinggi.
Hingga kini total DBH migas di kasda sebesar Rp 759 miliar. Tahun ini target DBH migas menapai Rp 1,2 triliun. Sehingga masih ada target sebesar Rp 441 miliar lagi. Tahun lalu DBH migas yang masuk ke kasda sebesar Rp 2,1 triliun. Hal itu membuat sebagian besar DBH harus menjadi silpa karena belum masuk APBD.
Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, DBH migas akan diterima Bojonegoro tampaknya masih akan besar. Faktor-faktor memengaruhinya masih stabil. Misalnya, harga minyak dunia masih tinggi dan nilai tukar rupiah pada dolar masih stabil. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto