BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Euforia masyarakat tak terbendung. Ribuan kepala membanjiri Jembatan Terusan Bojonegoro Tuban (TBT) tiap sore hingga malam. Akibatnya jalan di jembatan alami macet.
Puluhan pedagang kaki lima (PKL) jajakan dagangannya di bahu jalan. Juga mobil dan motor berjejer di tepi jalan untuk menikmati pemandangan malam.
Syarief Mukti, warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor mengatakan, sejak peresmian Jembatan TBT tidak pernah sepi kendarang lalu lalang. “Pas malam Minggu ramainya di jembatan itu sampai pukul 03.00 (16/1),” kata pemuda yang rumahnya hanya berjarak 600 meter dari jembatan itu.
Menurutnya, tetap perlu ada penertiban di jembatan. Karena benar-benar macet, tidak bisa bergerak. Namun, Syarief merasa pertumbuhan ekonomi di desanya tentu bakal bangkit.
“Makin banyak jajanan kuliner di dekat jembatan. Juga banyak penjual mainan anak-anak,” ucapnya.
Pria penjual pot dan furnitur secara daring itu ikut merasakan akses distribusi makin mudah dan lancar. “Karena saya beli bahan baku pot di wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Jadi sekarang lebih cepat lewat jembatan. Kurir ekspedisi yang ambil barang di rumahnya juga makin lancar,” tuturnya.
Kepala Desa Semambung, Kecamatan Kanor Neni Rachmawati menyampaikan, sudah bersurat ke pihak Kecamatan Kanor terkait penertiban PKL di Jembatan TBT. Menurutnya, perlu adanya pengamanan dan penertiban lalu lintas di Jembatan yang baru diresmikan itu dari Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten.
“Kami tidak melarang orang berjualan, tapi kami berharap lebih tertib dan arus lalu lintas bisa lancar. Kami khawatir kalau ada gesekan antarwarga atau senggolan dengan kendaraan besar. Kami sudah berusaha mengingatkan agar tidak berjualan di Jembatan TBT, tapi ya hanya diguyu (ditertawakan),” terangnya.
Neni juga sudah berkomunikasi dengan karang taruna setempat terkait mencarikan lokasi tempat PKL berjualan. Salah satunya lahan di samping jembatan. “Tapi kan sampai sekarang di lahan itu masih ada alat berat proyek. Selain itu masih masa pemeliharaan hingga enam bulan ke depan,” bebernya.
Sementara itu Camat Kanor Agus Saiful Aris mengatakan, telah menerima surat dari Kades Semambung. Namun belum diteruskan ke Bupati Bojonegoro. “Namun sejak awal ibu bupati sudah berencana carikan solusi untuk PKL berjualan,” ucapnya.
Saiful mengklaim telah berkoordinasi dengan Polsek Kanor terkait pengaturan lalu lintas Jembatan TBT.
Editor : M. Yusuf Purwanto