TUBAN, Radar Tuban-Sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim dari dapil XII (Tuban-Bojonegoro), Go Tjong Ping memiliki tanggung jawab melekat untuk menanamkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat. Untuk menyampaikan konsep terkait cara pandang warga dari suatu negara terhadap lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kemarin (12/12) dia menggelar Kegiatan Wawasan Kebangsaan di Kayu Manis Resto Tuban, Jalan Basuki Rachmad.
Untuk mengupas tema tersebut dihadirkan Dr IP Ciptono, Msi, dosen Universitas Sunan Bonang (Unang) Tuban. Ketika membuka kegiatan tersebut, Tjong Ping mengatakan, memberikan pandangan wawasan kebangsaan terhadap masyarakat merupakan salah satu tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Dia mengatakan, wawasan kebangsaan yang salah satunya dijiwai oleh nilai – nilai luhur Pancasila harus mampu menyatukan berbagai komponen bangsa, suku bangsa, golongan dan etnik di bawah NKRI. ''Pentingnya persatuan untuk mewujudkan kepentingan bersama, yakni menjaga keutuhan dan keeratan bangsa,'' tegasnya kepada 125 peserta. Mereka adalah pengurus dan anggota PDIP, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Dalam kegiatan kegiatan tersebut, mantan ketua DPC PDIP Tuban ini didampingi Wakil Ketua Bidang Kehormatan Politik DPC PDIP Tuban Sukadi.
Sementara itu, dalam paparannya Ciptono mengemukakan, wawasan kebangsaan perlu ditanamkan dalam setiap individu masyarakat untuk membentengi budaya modern dari pengaruh bangsa lain melalui media sosial. Pengaruh tersebut mencakup ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Dia juga mengatakan, wawasan kebangsaan harus dijadikan pedoman seluruh komponen bangsa untuk menyikapi berbagai permasalahan, perbedaan, dan kemajemukan dengan berpedoman pada Empat Pilar yang dibangun oleh para pendiri bangsa sejak Proklamasi Kemerdekaan RI. Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tersebut, kata Ciptono, merupakan fondasi atau dasar yang menentukan kukuhnya bangunan bangsa. ''Dengan nilai-nilai luhur pada empat pilar tersebut kemajemukan di Indonesia bisa disatukan,'' tegas pria jebolan S-3 Universitas Muhammadiyah Malang itu.