Mashadi, anggota DPRD Tuban dari Partai Amanat Nasional (PAN) Tuban ditunjuk sebagai ketua formatur. Keputusan pemberian amanah tersebut diumumkan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan pada Musda Bersama PAN ke-V secara virtual, kemarin (23/2).
Musda yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini diikuti serentak seluruh DPD kabupaten/kota se-Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara. Dalam keputusan tersebut, Mashadi dibantu anggota formatur untuk merumuskan kepengurusan DPD PAN Tuban periode 2020-2025. Mereka adalah Agung Supriyanto (anggota DPRD Jatim yang juga ketua DPD PAN Tuban periode 2015-2020 dan wakil ketua DPW PAN Jatim), Maftukin (anggota DPRD Tuban), Imam Mustakim (anggota DPRD Tuban), Kasyiful Anwar (wakil ketua DPD PAN Tuban periode 2015-2020), Sudir (sekretaris DPD PAN Tuban periode 2015-2020), Sri Hestiningsih (ketua Puan DPD PAN Tuban), dan Agus Maimun (mewakili DPW PAN Jatim).
Atas keputusan tersebut, seluruh anggota formatur dan peserta musda yang hadir menyetujui, menyepakati, dan memberikan ucapan selamat kepada Mashadi dan seluruh anggota tim formatur. ‘’Ini merupakan komposisi terbaik. Dan (anggota formatur) merupakan kader terbaik sebagaimana yang kita harapkan. Itu yang disetujui, kebetulan saya yang diminta menjadi ketua formatur,’’ kata Mashadi kepada awak media.
Setelah musda, lanjut ketua Komisi II DPRD Tuban ini, formatur secepatnya menyusun struktural pengurus dengan tetap mengedepankan dan mempertimbangkan semua komponen yang ada. Tentunya dengan merangkul semua kader. Semua potensi yang ada dimasukkan dalam kepengurusan. Formatur juga mencari potensi baru untuk bersama-sama membesarkan PAN Tuban ke depan. ‘’Yang jelas (dalam kepengurusan) kami melibatkan semua pihak demi kesolidan pengurus,’’ tegasnya.
Karena itu, atas nama pribadi dan ketua formatur, Mashadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus DPD, DPC, dan kader yang ikut menyukseskan musda. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Majelis Penasihat Partai DPD PAN Tuban, seluruh kader senior yang bersama-sama berjuang sebagai formatur.
Ketua DPD PAN Tuban periode 2015-2020 Agung Supriyanto dalam sambutannya pra-musda menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas kekurangan selama kepemimpinannya selama ini. Disampaikan dia, niat dan ijtihat politik sejak awal era kepemimpinannya dirancang secara maksimal untuk kebesaran PAN.
Mesin politik telah digerakkan. Namun, tanpa mengurangi realitas politik (saat pemilu dan pilkada), pihaknya merasa bersyukur memiliki pasukan yang cukup solid dan kompak. ‘’Mohon maaf yang sebesar-besarnya kiranya dalam perjalanan ada kekurangan,’’ tegas dia di akhir penyampaian laporan pertanggungjawaban.
Dalam musda tersebut, seluruh peserta menerima laporan pertanggungjawaban itu. Disampaikan mantan anggota DPRD Tuban ini, calon formatur dipilih sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta AD/ART partai.
Sejumlah nama calon formatur juga telah disampaikan ke DPP PAN berikut pengusulan struktur dalam formatur. Karena itu, kata dia, apa pun yang menjadi keputusan DPP PAN, diharapkan hasilnya yang terbaik buat PAN Tuban. ‘’Selamat kepada ketua formatur Pak Mashadi dan seluruh anggota formatur,’’ kata Agung.
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dalam sambutannya berpesan kepada seluruh kader agar tidak kehilangan arah dengan tetap berpegang teguh sesuai dengan lambang PAN. Yakni, PAN selalu memberi, selalu menyinari, dan tak pernah ingkar janji.
‘’Selagi ada PAN, rakyat Indonesia tidak akan kehilangan harapan,’’ tegasnya. Ketua MPR RI ini juga berpesan agar seluruhnya tetap mengedepan visi dan misi, serta platform PAN. Saat ini, lanjut Bang Zul, sapaan akrabnya, tugas PAN dan seluruh kader adalah berjuang sekuat tenaga, sungguh-sungguh, dengan seluruh jiwa-raga untuk masyarakat sebagaimana cita-cita PAN.
‘’Saya ingatkan jangan sampai disorientasi. Saudara harus tetap di jalan yang sudah kita arahkan, tentu agar Indonesia lebih baik,’’ tegasnya. Setelah musda, kata dia, seluruhnya harus terus bekerja. Bukan hanya saat musda saja. Seluruhnya harus bermanfaat setiap saat dan berbuat baik untuk masyarakat.
‘’Kepentingan kita dan keluarga mengikut kepentingan lebih besar (kepentingan rakyat). Kita syukuri, kita berjuang untuk masyarakat luas tak hanya untuk diri sendiri, kelompok dan keluarga saja, tetapi kita berjuang untuk seluruh umat, seluruh masyarakat Indonesia umat manusia. Berjuang untuk kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,’’ tegasnya.
Editor : Indra Gunawan