Hasil Lab MBG SPPG Bogowanti Keluar, Dinkes Blora Masih Lakukan Analisis

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:20 WIB
JADI RUJUKAN: Dinkes Blora masih melakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan BPOM pada menu MBG SPPG Bogowanti, yang sebelumnya menyebabkan 19 siswa SD keracunan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
JADI RUJUKAN: Dinkes Blora masih melakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan BPOM pada menu MBG SPPG Bogowanti, yang sebelumnya menyebabkan 19 siswa SD keracunan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hasil uji laboratorium menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan siswa akhirnya keluar. Hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tersebut telah diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora.

Kepala Dinkes Blora Edi Widayat mengatakan, hasil uji laboratorium baru diterima pihaknya kemarin pagi (10/8). Karena itu, hasil tersebut belum langsung disimpulkan.

“Baru saja masuk pukul 08.40 tadi,” ujarnya.

Baca Juga: SPPG Bogowanti Gunakan Minyak Goreng Bersubsidi, Korwil SPPG Blora Hanya Beri Imbauan

Edi menjelaskan, hasil pemeriksaan BPOM masih perlu dianalisis lebih dulu. Pihaknya telah meminta tim terkait mencermati seluruh hasil uji laboratorium sebelum menentukan kesimpulan.

“Baru saya perintahkan bagian analisa. Biar dianalisis dulu,” katanya.

Kasus tersebut bermula ketika 19 siswa SD Negeri Sendangrejo mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (21/7). Para siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan penanganan.

Sejumlah siswa mengalami muntah, mual, sakit perut hingga pusing. Beberapa diantaranya harus menjalani perawatan di puskesmas.

Baca Juga: Ketahuan Belum Memiliki IPAL Sesuai Ketentuan, SPPG Bogowanti Blora Diusulkan Tutup Sementara

Menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri atas susu kotak cokelat, telur utuh, kacang campur tempe, anggur, dan nasi.

Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes Blora Tutik Rahayu mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke SPPG Bogowanti setelah muncul kasus tersebut.

“Kami cek gudang, alur penerimaan barang, keluar masuk barang hingga ompreng,” jelasnya.

Tak hanya itu, petugas juga memeriksa penempatan bahan makanan di SPPG. Sampel makanan turut diambil untuk pemeriksaan.

Menurut Tutik, sebelumnya Dinkes juga telah melakukan pengambilan sampel dan inkubasi guna mengetahui kemungkinan adanya bakteri pada makanan yang dikonsumsi para siswa.

Namun, pemeriksaan kemudian melibatkan BPOM. Lembaga tersebut melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel menu MBG.

Baca Juga: Satu Dapur MBG di Blora Tutup Sementara Dikarenakan Kepala SPPG Resign Mendadak

“Karena BPOM punya kewenangan lebih terkait pemeriksaan ini, kami menunggu hasilnya,” tandasnya.

Kini, hasil laboratorium tersebut berada di tangan Dinkes Blora. Hasil analisis nantinya menjadi dasar untuk melihat apakah terdapat indikasi kontaminasi pada menu MBG yang dikonsumsi para siswa. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Bogowanti Dinkes Blora bpom Mbg blora