Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terdeteksi 881 Warga Blora menderita TBC

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
BERI PERHATIAN: Wamenkes, DPR RI, dan Pemkab Blora saat meninjau penderita TBC di Wilayah Kecamatan Tunjungan.(IST./RDR.BJN)
BERI PERHATIAN: Wamenkes, DPR RI, dan Pemkab Blora saat meninjau penderita TBC di Wilayah Kecamatan Tunjungan.(IST./RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus tuberkulosis (TBC) di Blora mendapatkan perhatian serius. Hingga kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mendeteksi sebanyak 881 penderita penyakit akibat micobacterium tuberculosis tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Blora Anton Suwoto mengatakan, hingga saat ini pemeriksaan telah dilakukan terhadap 6.678 orang. Sebagian besar penderita yang terdeteksi telah menjalani pengobatan. Dari 881 pasien positif tersebut, sebanyak 874 orang dapat menjalani pengobatan selama enam bulan. Sedangkan tujuh pasien diketahui tidak mengonsumsi obat secara teratur.

‘’Kalau obat tidak dikonsumsi secara teratur, dikhawatirkan menjadi resisten. Ketika sudah resisten, pengobatannya lebih lama dan dosis obatnya lebih berat,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Anton, kunci penanganan TBC adalah menemukan penderita, memberikan pengobatan, hingga pasien dinyatakan sembuh. Karena itu, penemuan kasus secara aktif terus dilakukan.

Mulai Juli hingga November, Dinkes Blora menargetkan pemeriksaan di 89 lokus active case finding (ACF) TBC. Kegiatan tersebut juga akan dikombinasikan dengan program cek kesehatan gratis (CKG).

Advertisement

Dalam setiap lokus, petugas menargetkan sedikitnya seratus sasaran yang berpotensi terindikasi TBC, dengan sasaran utamanya keluarga penderita. ‘’Mereka memiliki intensitas komunikasi dan kontak yang tinggi dengan pasien,’’ katanya.

Tahun ini, Dinkes Blora menargetkan menemukan 1.790 kasus TBC baru. Dari target tersebut, capaian penemuan kasus saat ini telah mencapai sekitar 49 persen. Sementara capaian penemuan terduga TBC sudah mencapai 76 persen.

‘’Percepatan penemuan dan pengobatan diperlukan untuk mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030,’’ imbuhnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan batuk yang berlangsung lama. Warga yang mengalami batuk selama dua pekan berturut-turut diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas.

‘’Kalau ada masyarakat yang batuk selama dua minggu berturut-turut, segera periksa ke puskesmas. Jika terindikasi TBC, segera menjalani pengobatan,” tandasnya. (ozi/ind)

Advertisement
Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terdata 71 Penderita, Dua Anak Terjangkit Kusta

Terdata 71 Penderita, Dua Anak Terjangkit Kusta

Kasus kusta di Kabupaten Blora masih terdeteksi. Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mencatat 71 kasus baru. Mayoritas merupakan pasien dewasa.

Hasil Lab MBG SPPG Bogowanti Keluar, Dinkes Blora Masih Lakukan Analisis

Hasil Lab MBG SPPG Bogowanti Keluar, Dinkes Blora Masih Lakukan Analisis

Hasil uji laboratorium menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan siswa akhirnya keluar.

Dinkes Blora Kejar Target CKG 80 Persen, Remaja Masih Jadi PR Besar

Dinkes Blora Kejar Target CKG 80 Persen, Remaja Masih Jadi PR Besar

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Blora mulai menunjukkan hasil positif. Hingga Agustus ini, capaian kehadiran peserta telah menembus 499.984 orang atau 54,3 persen dari total sasaran sebanyak 920.923 jiwa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer