RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Musim kemarau mulai menggerus ketersediaan air bersih di Blora. Debit air baku yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Amerta anjlok hingga sekitar 78 persen, dari semula mampu mengalir sekitar 18 jam per hari kini hanya tersisa empat jam. Kondisi itu mulai mengganggu distribusi air ke pelanggan dan memaksa pemerintah daerah mengerahkan ribuan tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis yang lebih luas.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora Yan Riya Pramono mengatakan, penurunan debit air baku paling terasa di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ngampel. Akibatnya, pelayanan kepada pelanggan di sejumlah wilayah tidak lagi bisa dilakukan secara normal.
“Biasanya pasokan air baku dapat mengalir sekitar 18 jam per hari, kini menyusut menjadi hanya sekitar empat jam per hari,” ujarnya.
Baca Juga: Kodim 0721 Bangun Tiga Sumur untuk Atasi Kekeringan di Kabupaten Blora
Menurut Yan, gangguan distribusi sementara terjadi di wilayah Desa Tutup dan kawasan Jalan Gatot Subroto. Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, PDAM menerapkan sistem distribusi bergilir sekaligus memperkuat layanan dropping air bersih menggunakan mobil tangki.
“Saat ini kami memiliki dua truk tangki air. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kami juga membeli pasokan air tangki dari pihak luar sebagai tambahan,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai mengintensifkan penanganan dampak kekeringan. Bersama Polres Blora, pemerintah menyiapkan 1.400 tangki air bersih melalui APBD yang akan didistribusikan secara bertahap ke wilayah terdampak. (hul/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah