RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ancaman kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah Blora. Ada sekitar 149 desa terdampak kekeringan tahun ini, dari total desa 271 desa di kabupaten Blora.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, distribusi bantuan air bersih sudah mulai dilakukan melalui sinergi Pemkab Blora bersama Polres Blora. Penyaluran diprioritaskan ke daerah yang lebih dulu mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Musim kemarau mulai berlangsung dan beberapa wilayah sudah membutuhkan pasokan air bersih. Karena itu, penyaluran bantuan kami mulai lebih awal agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya usai melepas bantuan di Alun-Alun Blora, Minggu (2/8).
Dari total sekitar 1.400 tangki yang dialokasikan melalui APBD, sebanyak 48 tangki telah disalurkan ke Kecamatan Jati dan Randublatung. Selanjutnya, distribusi diteruskan ke Kecamatan Jiken, Jepon, serta Desa Jepangrejo.
Menurut Arief, penyaluran bantuan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.
Ia juga mengajak dunia usaha, organisasi sosial, komunitas, hingga diaspora asal Blora untuk ikut berpartisipasi membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Penanganan kekeringan akan lebih maksimal jika seluruh elemen masyarakat ikut bergotong royong. Kami membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berkontribusi," katanya. (ozi/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah