RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun Badan Gizi Nasional (BGN) di atas aset milik Pemerintah Kabupaten Blora hingga kini belum juga beroperasi. Padahal, pembangunan fisik ketiga dapur tersebut telah rampung sejak akhir 2025.
Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, memastikan belum difungsikannya ketiga dapur itu bukan karena proyek pembangunan terhenti. Menurutnya, seluruh proses pembangunan telah selesai dan saat ini tinggal menunggu keputusan dari BGN terkait jadwal operasional.
"Kalau disebut mandek tidak tepat. Bangunannya sudah siap, hanya saja sampai sekarang kami masih menunggu arahan resmi dari BGN terkait waktu operasionalnya," ujarnya.
Artika menjelaskan, hasil peninjauan terakhir menunjukkan seluruh sarana dan prasarana di tiga lokasi tersebut telah tersedia. Dengan demikian, dari sisi kesiapan bangunan maupun fasilitas, tidak ada lagi kendala yang menghambat operasional.
Baca Juga: BGN Sedang Persiapkan Penilaian Dapur: SPPG Tutup, Mitra Kelabakan
"Fasilitasnya sudah lengkap. Saat kami melakukan pengecekan, semuanya sudah siap digunakan," terangnya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 94 dapur SPPG yang telah melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora. Selain itu, sembilan dapur lainnya masih menunggu pencairan pendanaan, sedangkan 43 unit lainnya berada dalam tahap persiapan.
Meski demikian, Artika belum dapat memastikan jumlah akhir kebutuhan dapur SPPG di Kabupaten Blora. Sebab, penentuan kuota pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui sistem yang dikelola Badan Gizi Nasional.
Baca Juga: Dapur MBG di Blora Bersebelahan dengan Kandang Ayam Disidak
"Penetapan kuota bukan kewenangan kami karena seluruh prosesnya melalui sistem dari pusat," katanya.
Sebelumnya, Pemkab Blora telah meminjamkan tiga bidang tanah kepada BGN untuk pembangunan dapur SPPG. Ketiga lokasi tersebut berada di Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, Kecamatan Randublatung, dan Kecamatan Jiken.
Pembangunan dimulai pada Oktober 2025 dengan target selesai pada akhir Desember 2025 agar dapat beroperasi pada awal 2026. Namun, target tersebut tidak tercapai. Bahkan, hingga Februari 2026 progres pembangunan masih berada di kisaran 90 persen. (ozi/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah