Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertamina EP Sukowati Field - LPPM Unigoro, Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium Capra

M
Penulis: M. Nurcholis❯
Pertamina EP Sukowati Field (PEP Sukowati) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro lakukan konservasi biodiversitas di Kawasan Hutan Jati Bojonegoro. (UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO)
Pertamina EP Sukowati Field (PEP Sukowati) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro lakukan konservasi biodiversitas di Kawasan Hutan Jati Bojonegoro. (UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pertamina EP Sukowati Field (PEP Sukowati) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) melakukan Kick Off Meeting Program Keanekaragaman Hayati sebagai langkah awal kolaborasi memperkuat upaya konservasi biodiversitas di Kawasan Hutan Jati Bojonegoro pada Rabu (9/9/26).

Kawasan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi ruang penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga ditetapkan sebagai biosite bagian dari Geopark Bojonegoro, serta dikembangkan sebagai Hutan Pendidikan dan Laboratorium Alam Universitas Bojonegoro. Salah satu kekayaan hayati yang menjadi perhatian utama adalah Anggrek Larat Hijau (Dendrobium capra), spesies endemik Jawa yang berstatus Endangered (EN) dalam IUCN Red List.

 Kolaborasi ini mengusung pendekatan konservasi berbasis habitat, melalui upaya in-situ untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi D. capra di habitat alaminya serta ex-situ melalui kultur jaringan. Upaya tersebut diperkuat dengan berbagai intervensi fisik dan nonfisik, antara lain peningkatan akses monitoring yang aman dan rendah dampak, pembangunan Wildlife Water Refuge untuk mendukung kebutuhan satwa liar, sistem deteksi dini kebakaran, monitoring biodiversitas secara rutin, penelitian, serta edukasi dan pelibatan masyarakat sekitar kawasan.

 “Yang ingin kita bangun bukan hanya konservasi anggrek, tetapi ekosistem konservasi yang mampu bekerja secara optimal. Ketika habitatnya sehat, bukan hanya Dendrobium capra yang kita selamatkan, tetapi juga berbagai flora dan fauna lain yang hidup di dalamnya,” ungkap Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina Rahmawati.

 Program ini diharapkan tidak berhenti pada penyelamatan D. capra, tetapi mampu memulihkan fungsi ekologis kawasan secara lebih luas. Target jangka panjangnya adalah meningkatnya populasi anggrek langka, bertambahnya keanekaragaman hayati, serta tumbuhnya kesadaran dan peran masyarakat lokal sebagai penjaga habitat.

Advertisement

 "Keberlanjutan alam Bojonegoro berada di tangan kita hari ini. Kolaborasi keanekaragaman hayati ini adalah wujud sinergi nyata PEP Sukowati untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat daya dukung lingkungan, serta menciptakan Bojonegoro yang lebih hijau dan berkelanjutan." ujar Manager PEP Sukowati, Arif Rahman Hakim.

 Keberlanjutan upaya ini membutuhkan kolaborasi yang lebih luas. Karena itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro serta pemangku wilayah hutan, khususnya KPH Bojonegoro, sangat diharapkan untuk memperkuat perlindungan habitat, penelitian, edukasi, dan tata kelola kawasan secara berkelanjutan. Kolaborasi ini membawa harapan agar anggrek langka yang masih bertahan di Bojonegoro tidak hanya dapat diselamatkan, tetapi kembali tumbuh, berkembang, dan menjadi bagian dari identitas kekayaan alam daerah. (din)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPSK Bojonegoro Isi Kuliah Praktisi di Unigoro, Edukasi Perlindungan Konsumen

BPSK Bojonegoro Isi Kuliah Praktisi di Unigoro, Edukasi Perlindungan Konsumen

Kuliah praktisi yang membahas tentang pentingnya perlindungan konsumen ini menghadirkan narasumber dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Bojonegoro.

Langkah Strategis Unigoro di Balik Pengakuan Dunia untuk Geopark Bojonegoro

Langkah Strategis Unigoro di Balik Pengakuan Dunia untuk Geopark Bojonegoro

Geopark Bojonegoro resmi mendapatkan pengakuan internasional. Berdasarkan hasil pelaksanaan Sidang Dewan UNESCO Global Geopark (UGGp) ke-11 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 2 November 2026.

Mahasiswa Berprestasi Unigoro Dapat Beasiswa Senilai Rp 27,9 Juta

Mahasiswa Berprestasi Unigoro Dapat Beasiswa Senilai Rp 27,9 Juta

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., menerangkan, penyerahan beasiswa prestasi bagi mahasiswa Unigoro diagendakan dua kali per semester.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer