RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di saat pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), internet cepat, dan layanan serba digital terus digaungkan, realitas di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Blora justru berkata lain.
Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) di Desa Buluroto hingga kini belum memiliki sambungan listrik PLN sendiri. Untuk menikmati penerangan, mereka masih bergantung pada belas kasihan tetangga.
Salah satu warga yang rumahnya belum teraliri listrik, Sukarjo, 66, mengaku sudah lama ingin memiliki sambungan listrik mandiri.
Namun, penghasilannya sebagai pedagang es keliling belum cukup untuk menutup biaya pemasangan baru.
‘’Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini. Sampai sekarang listrik masih menyalur dari tetangga karena belum memiliki sambungan sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Buluroto Margono membenarkan masih ada 25 KK di wilayahnya yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
Baca Juga: Puluhan Tahun Rumah Sarni Berlantai Tanah, Tak Miliki Sambungan Listrik Mandiri
Menurutnya, mayoritas warga sebenarnya ingin memasang listrik sendiri tapi terbentur biaya.
‘’Mereka bukan tidak mau memasang listrik sendiri, tetapi memang belum mampu. Akhirnya sementara menyambung dari rumah tetangga agar tetap bisa menikmati penerangan,” jelasnya.
Margono mengatakan, pemerintah desa telah mendata warga yang belum memiliki sambungan listrik.
Pihaknya siap mengusulkan jika pemerintah, PLN, maupun perusahaan melalui program CSR membuka bantuan pemasangan listrik gratis.
‘’Listrik sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar. Harapan kami tentu ada program bantuan sambungan listrik untuk masyarakat kurang mampu, agar mereka tidak terus bergantung kepada tetangga,” ujarnya. (hul/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko