Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dinsos P3A Bakal Usulkan Tambahan Rombel Sekolah Rakyat Menengah Atas 18

Achmad Syaeroyzi • Selasa, 30 Juni 2026 | 20:33 WIB
PENDAFTAR MEMBLUDAK: Saat ini masih terdapat sekitar 30–40 calon peserta didik baru SRMA 18 Blora dari desil 1 dan desil 2 yang belum memperoleh kuota. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
PENDAFTAR MEMBLUDAK: Saat ini masih terdapat sekitar 30–40 calon peserta didik baru SRMA 18 Blora dari desil 1 dan desil 2 yang belum memperoleh kuota. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora bakal menyurati Kementerian Sosial (Kemensos) guna mengusulkan tambahan rombongan belajar (rombel) sekolah rakyat menengah atas (SRMA) 18 Blora.

Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Agung Ariadi mengatakan, saat ini masih terdapat sekitar 30–40 calon peserta didik baru SRMA 18 Blora dari desil 1 dan desil 2 yang belum memperoleh kuota.

Pihaknya khawatir jika tidak diterima di SRMA 18 Blora karena terbatasnya rombel, maka mereka berpotensi putus sekolah.

"Karena itu kami akan menyurati Kemensos agar ada tambahan satu atau dua rombel. Semoga kementerian dapat memberikan tambahan kuota," harapnya.

Di sisi lain, Luluk mengatakan, pembangunan gedung permanen sekolah rakyat di Blora diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu tahun.

Baca Juga: Dinsos P3A Blora Siagakan Satu Truk Tangki di Sekolah Rakyat Menengah Atas 18

"Kabupaten Rembang bisa menjadi salah satu acuan. Saat ini dalam waktu 4 bulan sudah sekitar 80 persen," ujarnya.

Pihaknya saat ini proses penataan pedagang kaki lima (PKL) dan tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada di akses menuju lokasi pembangunan.

Sebelumnya Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum mengatakan, rekrutmen peserta didik menyasar anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

"Dari 107 calon peserta didik yang diusulkan, sebanyak 80 siswa lolos screening. Sementara kuota yang tersedia saat ini sebanyak 30 siswa," tuturnya.

Baca Juga: DLH Blora Cari Lahan Pengganti TPS Balun Jelang Pembangunan Sekolah Rakyat Cepu

Seleksi dilakukan berdasarkan data by name dan by address yang ditetapkan pemerintah daerah dan diperkuat dengan verifikasi lapangan.

Tim melakukan ground checking, untuk memastikan kondisi sosial ekonomi calon peserta didik.

Sebanyak 50 siswa yang belum masuk kuota utama masih berpeluang diterima. Pasalnya, pihak sekolah bersama Dinsos P3A Blora mengusulkan tambahan satu rombel atau 30 siswa ke kementerian.

"Jika disetujui akan dilakukan screening ulang dari 50 calon peserta didik yang belum tertampung," katanya. (ozi/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Dinsos P3A #Rombel #blora #Sekolah Rakyat #kemensos