RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Aksi tanam pohon pisang di tengah Jalan Provinsi Randublatung-Cepu yang sempat viral, akhirnya mulai membuahkan hasil. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan, perbaikan ruas jalan tersebut masuk program prioritas 2026 dengan anggaran lebih dari Rp 5 miliar.
Meski demikian, warga dan inisiator aksi, Lilik Yuliantoro menegaskan, pengawalan tidak akan berhenti sampai proyek benar-benar selesai dan dikerjakan sesuai standar.
Lilik menjadi sorotan setelah menggelar serangkaian aksi protes terhadap kondisi jalan rusak, yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat. Mulai dari mengecat jalan pada Sabtu (30/5), menggelar aksi gosok jalan, hingga menanam pohon pisang di titik-titik kerusakan parah sehari berikutnya.
Menurutnya, aksi tersebut lahir dari keresahan warga yang setiap hari melintasi jalur penghubung Randublatung-Cepu. Karena itu, pihaknya tidak ingin perbaikan hanya bersifat sementara.
Baca Juga: Tanggapi Aksi Tanam Pisang, Pemprov Jateng Usulkan Perbaikan Tiga Ruas Jalan Kabupaten Blora
‘’Kami menolak perbaikan yang hanya tambal sulam. Jalan ini jalur utama, jadi harus dikerjakan dengan kualitas yang baik. Kalau hotmix harus sesuai standar, jangan asal jadi,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (3/6).
Lilik mengatakan, warga akan terus memantau proses pengerjaan di lapangan. Bahkan, ia mengingatkan, kemungkinan aksi lanjutan apabila kualitas pekerjaan dinilai tidak memenuhi harapan masyarakat.
‘’Kami akan kawal sampai tuntas. Jangan sampai anggaran besar tetapi hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.
Dalam aksi sebelumnya, Lilik juga membentangkan kartu kuning sebagai simbol peringatan kepada Pemprov Jateng, agar segera mengambil langkah konkret memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro memastikan, perbaikan Jalan Randublatung-Cepu telah masuk tahap lelang.
‘’Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,276 miliar untuk penanganan ruas tersebut pada 2026,” ucapnya.
Menurut Henggar, perbaikan akan difokuskan pada titik kerusakan berat, khususnya di wilayah Desa Kediren. ‘’Sesuai arahan gubernur, desain teknis juga akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki bisa bertambah,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga mengusulkan tambahan pendanaan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) sebesar Rp 46,6 miliar, untuk percepatan peningkatan jalur Singget-Doplang-Cepu. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana