Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Demo Tagih Janji Giling 2026: Tak Terbendung, Massa Aksi Sempat Mengamuk karena Tak Ditemui Bupati Blora

Achmad Syaeroyzi • Kamis, 2 April 2026 | 16:11 WIB
DEMONSTRASI: Ribuan massa ingin memaksa masuk ke pendopo Bupati ingin temui Bupati atau DPRD.
DEMONSTRASI: Ribuan massa ingin memaksa masuk ke pendopo Bupati ingin temui Bupati atau DPRD.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -Tak terbendung, massa sempat mengamuk karena tak ditemui Bupati Blora Arief Rohman. Dalam aksi tersebut libatkan ribuan massa dan ratusan truk petani tebu.

Massa aksi tergabung Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, gelar aksi damai menagih janji operasional Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (PT GMM) Bulog.

Dalam aksi ini, massa kepung Alun-Alun Blora untuk tagih janji giling 2026, massa sempat memanas dan mengamuk hingga bergesekan dengan polisi. Massa memaksa ingin masuk ke pendopo untuk temui Bupati Blora.

Baca Juga: Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun Tagih Janji Giling PT Gendhis Multi Manis 2026

Massa kembali kondusif ketika Sekertaris Daerah Komang Gede Irawadi keluar dari pendopo bupati dan menemui masa aksi.

Sebelumnya, Ketua APTRI Kabupaten Blora Sunoto sudah masuk dan ditemui langsung Sekda Blora, untuk memberikan tiga tuntutan kepada Direktur Bulog.

"Agar kejadian tak terulang kembali, Pemkab Blora harus melakukan koordinasi dan komunikasi harus dibangun," katanya.

Adapun isi tiga tuntutan yakni membenahi manajemen PT Gendhis Multi Manis (PGGM) agar bisa operasional kembali di tahun 2026. Lalu, merombak manajemen PGGM.

Baca Juga: PG GMM Mandek, Puluhan Petani Tebu Curhat ke DPRD Blora

Dan, manakala Dirut Bulog tidak bisa memaksimalkan PGGM, untuk bisa melepaskan agar dijual ke swasta atau bisa dikelola PTPN (PT Perkebunan Nusantara) atau PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Sunoto menambahkan, berikan batas waktu tanggal 10 April. Jika tuntutan tidak dijawab, akan melakukan demo besar-besaran.

"Kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak, kalau perlu kami akan ke Jakarta menggunakan 100 bus," jelasnya.

Saat menemui massa, Sekertaris Daerah Blora Komang Gede Irawadi menyampaikan, akan segera di teruskan bupati dan pusat.

Baca Juga: Petani di Blora Enggan Jual Tebu ke GMM

"Berkas tuntutan hard file maupun soft file sudah saya terima, segera saya smpaikan pak bupati untuk diteruskan ke Direktur Utama Bulog," tegasnya. (ozi/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#PT Gendhis Multi Manis #Petani tebu Blora #APTRI Blora #Bulog #PT GMM