Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jalan Rusak Parah, Hasil Panen Petani Desa di Blora Pilih Dibawa ke Kabupaten Ngawi

Achmad Syaeroyzi • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:13 WIB

SWADAYA: Jalan swadaya masyarakat Desa Nglebak Kecamatan Kradenan. Pasang papan untuk transparansi donatur.
SWADAYA: Jalan swadaya masyarakat Desa Nglebak Kecamatan Kradenan. Pasang papan untuk transparansi donatur.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM- Jalan rusak parah, Hasil panen petani desa di Blora pilih Dibawa Ke Kabupaten Ngawi. Sebab, hanya butuh 40 menit untuk ke Kabupaten Ngawi.

Desa Nglebak merupakan salah satu desa di Blora yang berada di Kecamatan Kradenan dan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi.

Dalam hal ini mobilitas masyarakat Desa Nglebak lebih sering ke Kabupaten Ngawi daripada ke Blora. Mereka hanya membutuhkan waktu cukup 30 sampai 40 menit untuk ke Jantung Kota Ngawi, dibandingkan ke Blora, jarak tempuh sekitar membutuhkan waktu 2 jam lebih dengan kondisi jalan lebih parah.

Kepala Desa Nglebak Eko Puryono menyampaikan, bahwa 1.300 Kepala Keluarga (KK) mayoritas masyarakat desa adalah petani, dalam hal ini akses jalan sangatlah diperlukan.

"Mayoritas petani jagung dan tebu ketika panen langsung di bawa ke Ngawi, kendalanya akses truck dan motor untuk mengangkut hasil panen," bebernya.

Eko juga mengatakan, saat ini bersama masyarakat membangun ruas jalan kabupaten dengan total 1,5 kilometer dan nantinya hasil semua donatur dipasang di papan donatur.

"Masih ada 200 meter lagi akan kami selesaikan habis Lebaran, dan semua donatur mulai dari semen, rokok, dan hal kecil sperti solar kami tulis di papan donatur," terangnya.

Panjang ruas jalan kabupaten Desa Nglebak - Desa Mageri sekitar 7 kilometer, dan panjang ruas jalan Desa Nglebak - Desa Getas sekitar 6 kilometer, yang saat ini kondisinya rusak parah sejak 2014.

Lebih lanjut, Eko juga membantah kunjungan Bupati Blora Arief Rohman ke Desa Nglebak hanya nimbrung ngonten, namun justru memberikan bantuan berupa 300 semen dan 9 rit batu dan 6 rit koral sekaligus nantinya akan diusulkan pada APBD perubahan 2026.

Masyarakat sangat senang, karena terakhir Desa Nglebak dikunjungi Bupati tahun 2014. "Bupati ke sini, masyarakat dan pemerintah desa yang mengundang, saat kunjungan tersebut Bupati juga akan memprioritaskan jalan Desa Nglebak di 2027," jelasnya.

Salah satu warga Desa Nglebak Suwaji, 60, mengatakan, kedatangan Bupati Blora mengunjungi desa sangat ditunggu-tunggu,

Baca Juga: Kisah Dandim Blora Hampir Seperempat Abad Merantau hingga Akhirnya Pulang Kampung: Pernah Ciptakan Inovasi Tingkatkan Performa Tank Tempur

Seperti seorang anak mengharapkan kehadiran bapak. "Bertahun-tahun bupati tak pernah ke sini, baru kali ini saya melihat Bupati Blora, jadi saya sangat senang," ungkapnya.

Ia menambahkan, kunjungan Bupati ke sini memberi bantuan semen dan batu koral dan harapannya nantinya pembangunan jalan terutama ruas jalan kabupaten bisa segera dibangun. (ozi/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Arief Rohman #Jalan Rusak #jagung #Nglebak #Petani #Swadaya #jalan #tebu #kradenan #blora #bupati blora #akses