RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jelang masa mudik Lebaran, Jalan Nasional Rembang-Blora-Cepu mendapatkan kucuran anggaran miliaran rupiah.
Seperti diketahui, hujan dengan intensitas tinggi memicu kerusakan berupa lubang-lubang di tengah jalan.
Kondisi tersebut cukup membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Masyarakat sekitar memberi rambu darurat dikarenakan kedalaman lubang mencapai 7 centimeter (cm), dengan diameter mencapai 50 cm.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jawa Tengah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY Arif Agus Setyawan mengatakan, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp 3 miliar.
‘’Rehab minor di dua ruas mas. Perbaikan Jalan Ahmad Yani panjang sekitar 1,3 kilometer (km), dengan nilai sekitar Rp 2 miliar. Sementara ruas Jalan Sudirman 0,5 km, dengan nilai sekitar Rp 1 miliar,’’ paparnya.
Arif menambahkan, pengerjaan perbaikan jalan hanya dilakukan pelapisan aspal sebayak satu lapis.
Sementara target pengerjaan hanya sekitar sepuluh hari. Sehingga menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik, tidak ada hambatan di jalan nasional yang melintasi Kabupaten Blora.
‘’Pengerjaan menunggu cuaca tidak hujan. Karena harus ada yang perlu direkondisi dulu bawahnya. Namun, kita targetkan H-10 Lebaran tidak ada pekerjaan besar. Sehingga penutupan pada dua ruas jalan itu sudah tidak ada,’’ ujarnya
Ia mengatakan, pelapisan tersebut merupakan lanjutan dari perbaikan yang dilakukan tahun lalu.
Namun untuk perbaikan kali ini tidak dilakukan dengan sistem blok atau pelapisan keseluruhan.
‘’Sistemnya itu bisa spot-spot atau memanjang. Sesuai kerusakan yang paling membahayakan. Untuk ruas Jalan Sudirman, ada tumpukan aspal. Nanti akan disamaratakan,’’ terangnya.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan perbaikan darurat, guna meminimalisasi korban akibat kerusakan jalan. Pasalnya kontruksi aspal tidak dapat menahan tingginya curah hujan.
‘’Kerusakan berupa lubang yang muncul kita sisir. Pekerjaannya kita patching ditutup aspal panas (hotmix) atau TCM (tambal cepat mantap) Coldmix, dengan aditif secara berlanjut sampai semua tertangani,’’ pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko