
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Warga Desa Betet, Kecamatan Kasiman digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di Sungai Bengawan Solo kemarin (18/8).
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, korban bernama Suyanti, 31, warga Dusun Mlaten, Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Berdasar informasi di lapangan, korban tenggelam karena bunuh diri (bundir).
"Setelah menerima laporan, personel berangkat ke lokasi dan langsung dilakukan evakuasi dan dibawa ke RSUD Padangan untuk dilakukan otopsi," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi.
Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan, identitas mayat tersebut diketahui bernama Suyanti, 31, Dusun Mlaten, Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Tuban.
"Korban masih di RSUD Padangan, dan keluarga korban masih dalam perjalanan menuju RS," tambah Heru.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kasiman Iptu M. Khambali membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati mayat dalam proses evakuasi oleh tim basarnas dan BPBD. "Menurut keterangan saksi atas nama Sodikin, pelapor bernama Kamtono turut desa setempat (Desa Betet) hendak mencari ikan di bengawan, kemudian melihat mayat terapung di tengah aliran. Pelapor tidak jadi mencari ikan lalu melaporkan kejadian ke pemdes," jelas Iptu Khambali.
Dia menuturkan, setelah dilakukan searching dengan metode menempelkan sidik jari pada alat handle Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), didapat identitas korban.
Pihaknya juga mengamankan barang bukti (BB) berupa baju dan bra biru, sepasang anting motif bunga, sendal jepit sebelah kanan merk swallow biru, hingga uang tunai Rp 45 ribu.
Iptu Khambali menerangkan, berdasar pemeriksaan medis di kepala, dada, perut, dan punggung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Sudah proses pembusukan. Korban meninggal diperkirakan lebih dari tiga hari dan dikarenakan tenggelam.
"Keterangan keluarga, korban menderita gangguan mental dan pernah mencoba bundir di Jembatan Kare (Kanor-Rengel) namun tidak berhasil. Korban menuju Bojonegoro wilayah barat diperkirakan menggunakan sepeda ontel atau kayuh. Dan korban sudah beberapa hari tidak kelihatan di rumah," jelas Iptu Khambali.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




