Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

KBM SMPN 1 Sambong Dialihkan Akibat Atap Ambrol, Kemendikdasmen Telah Tinjau Langsung

Achmad Syaeroyzi • Minggu, 1 Februari 2026 | 07:00 WIB
MEMPRIHATINKAN: Kondisi atap salah satu ruang di SMPN 1 Sambong yang mengalami kerusakan.
MEMPRIHATINKAN: Kondisi atap salah satu ruang di SMPN 1 Sambong yang mengalami kerusakan.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Salah satu bangunan SMP di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora mengalami kerusakan cukup serius. Hal itu menjadi perhatian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni meninjau langsung bangunan sekolah yang sudah berdiri sekitar 43 tahun itu, Jumat sore (30/1).

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI Mariman Darto mengatakan, sekolah tersebut merupakan bangunan lama dan satu-satunya SMP di Kecamatan Sambong.

“Berdiri sejak 1983. kerusakan terjadi pada atap dan plafon yang ambrol, serta sejumlah titik lain yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi serupa berpotensi terjadi di sekolah-sekolah lain yang usianya sudah tua. Karena itu diperlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan dan keamanan gedung pendidikan.

Selain perbaikan bangunan, ia menyampaikan, pemerintah juga memberi perhatian pada peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian dari penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat.

“Revitalisasi SMPN 1 Sambong diharapkan dapat segera terwujud agar sekolah menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, berbudaya, serta mendukung komponen sekolah Adiwiyata,” ujarnya.

Ia mengatakan, program revitalisasi sekolah secara nasional dilaksanakan tahun ini. Tahap awal mencakup 11.446 sekolah yang kini menunggu proses penganggaran.

“Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dimulai Februari–Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90–100 hari, sehingga pada Juni sudah dapat digunakan,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan tahap kedua dengan tambahan sekitar 60 ribu sekolah, yang disebut telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. ''Dengan perkiraan anggaran revitalisasi pada 2026 lebih dari Rp 100 triliun,'' imbuhnya.

Kepala SMPN 1 Sambong Wiwik Sulistiyowati mengungkapkan, kerusakan bangunan telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan paling parah pada 15 Desember 2025, ketika atap dan plafon ambrol.

“Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM, red) sementara dialihkan ke ruang laboratorium dan ruangan lain yang masih bisa digunakan,” terangnya. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ambrol #SMP #Pendidikan #kemendikdasmen #revitalisasi #Plafon #KBM #atap #Atap Ambrol #bangunan sekolah #Sekolah #bangunan #blora #Sambong