RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Animo pendaftar haji makin tinggi, yang berpengaruh pada makin lamanya antrean berangkat ke Tanah Suci. Kini, masa tunggu haji di Kabupaten Blora kini mencapai 29 tahun.
"Kalau di Sistem Komputerisasi Haj Terpadu (Siskohat) masa tunggunya kami 29 tahun, Khusus Jawa Tengah. Karena beda-beda. Dan waiting list-nya 29 tahun," terang Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora Ali Muchyidin.
Perubahan syarat pendaftar haji, juga menjadi salah satu faktor pendaftar haji meningkat.
Ali mengatatakan, semula minimal 18 tahun dan kini 13 tahun sudah bisa mendaftar dan berangkat ke Tanah Suci.
"Biasanya yang daftar dan langsung berangkat kan yang pelimpahan. Orang tuanya meninggal, kemudian dialihkan ke anaknya yang umur 13 tahun ini nanti bisa berangkat," ungkapnya.
Ali mengakui banyak masyarakat berpikiran yang penting mendaftar dulu untuk mendapatkan nomor porsi (nopor) keberangkatan. Sebab, jika ditunda maka masa tunggu makin lama.
"Sehingga, sekarang itu ya anak usia SMP sudah pada daftar,'' terangnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk kuota keberangkatan haji tahun ini sebanyak 806 orang.
Untuk 800 orang sudah melakukan pelunasan dan sisa enam orang tidak melunasi dengan alasan tertentu.
"Ada yang sakit, ada yang menunggu mahramnya, dan ada yang belum mampu melunasi," pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko