Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Paguyuban Sikep Gelar Suronan Mbah Samin Surondiko: Dawuh, Lestarikan Ajaran Leluhur

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 3 Juli 2025 | 03:03 WIB

AJARAN SAMIN: Paguyuban Sedulur Sikep di Plosokediren, Blora.
AJARAN SAMIN: Paguyuban Sedulur Sikep di Plosokediren, Blora.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masyarakat Sedulur Sikep menyelenggarakan acara spiritual dan kebudayaan bertajuk "Suronan Mbah Samin Surondiko” Rabu malam (2/7). Bertempat di Pendopo Pengayoman, Mbah Samin Surondiko, Desa Plosokediren Kecamatan Randublatung.

Acara ini merupakan peringatan Suronan Mbah Samin Surondiko, sebuah tradisi Jawa yang menginterpretasikan dawuh bukan sekadar perintah, melainkan sebagai matahari yang mengandung arah dan panggilan untuk eling lan waspada (sadar dan waspada).

Dalam konteks ajaran Mbah Samin Surondiko, dawuh dimaknai sebagai titah batin yang diwariskan untuk terus menyeimbangkan hidup selaras dengan alam, menghindari keserakahan, serta memahami siklus kehidupan.

Peringatan ini juga bertepatan dengan Tahun Baru Jawa (1 Sura), yang bukan hanya momen pergantian kalender, tetapi lebih dari itu, merupakan upaya memelihara kebudayaan yang bersumber pada kearifan lokal. Ajaran Sikep menekankan pentingnya pengetahuan, petunjuk yang mengajarkan ketenteraman dan keseimbangan hidup.

Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan dan mendalami makna "Dawuh," antara lain, Nitik Lakon, Brokohan, Kirab Cemani, Bedah Cikal Bakale Bocah, Wayang Kulit oleh Ki Sigid Ariyanto dengan lakon "Wahyu Sri Cemani"

Filosofi "Suro" atau malam gelap yang tidak selalu buruk juga akan dibahas, melambangkan penyatuan, pengendapan, dan keteguhan hati. Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk melestarikan nilai-nilai leluhur di tengah arus modernisasi.

Bagi para hadirin, wajib mengenakan pakaian berwarna hitam dan tanpa alas kaki. Namun, panitia menekankan bahwa ini adalah anjuran yang tidak bersifat memaksa. (luk/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Sedulur #Suronan #samin #blora #paguyuban