RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ruas jalan Todanan-Ngawen tahun ini mendapat kucuran dana Rp 17,7 miliar. Anggaran tersebut bakal digunakan untuk dua tahap pembangunan jalan. Tahap pertama Rp 1,7 miliar untuk pekerjaan overlay aspal jalan sepanjang 1,7 kilometer. Dan, tahap kedua Rp 16 miliar untuk pekerjaan preservasi jalan sepanjang tiga kilometer.
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Binawan Nur Tjahjono mengungkapkan, total ruas jalan provinsi yang menjadi penghubung Kecamatan Todanan-Ngawen, yang belum tersentuh betonisasi mencapai 26,2 Kilometer.
’’Total panjang jalan 27,7 kilometer, yang baru rigid beton 1,5 kilometer. Saat ini, masih ada sisa 26,2 kilometer yang belum dilakukan betonisasi,” ujarnya. Binawan mengungkapkan, kondisi saat ini rusak ringan. Biaya untuk rigid beton, lengkap dengan bahu jalan kanan kiri mencapai Rp 10 miliar per kilometer.
Berdasar estimasi itu, pengerjaan betonisasi ruas jalan Todanan-Ngawen diperkirakan butuh anggaran Rp 262 miliar. Pihaknya mengungkapkan, ruas jalan Todanan-Ngawen adalah ruas jalan alih status dari Pemkab Blora menjadi Jalan Provinsi pada 1994.
Hingga saat ini, pihaknya baru dapat melakukan beberapa perbaikan. Di antaranya tahun 2017 overlay jalan sepanjang satu kilometer. Lalu, tahun 2022 overlay sepanjang 2,85 kilometer. ’’Terakhir tahun 2023 dilakukan rigid sepanjang 500 meter dan overlay 1,3 kilometer,” sambungnya.
Sementara, untuk 2025 ini akan dilakukan perbaikan overlay secara bertahap. Pada tahap pertama sepanjang 1,7 kilometer. Tahap selanjutnya sepanjang tiga kilometer, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah. ’’Tahap pertama Rp 1,7 miliar, lalu tahap kedua dianggarkan Rp 16 miliar,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman terus mengusulkan agar tiga ruas jalan provinsi di wilayah Blora mendapat perbaikan. Yakni, ruas jalan Todanan-Ngawen, Kunduran-Ngawen-Blora, dan ruas jalan perbatasan Grobogan-Doplang (Jati)-Cepu.
’’Melalui dukungan Pemprov Jawa Tengah, dengan peningkatan kualitas infrastruktur tersebut dapat mendorong konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan sektor pertanian serta ekonomi lokal,” ungkapnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana