BLORA, Radar Bojonegoro – Kabupaten Blora bersiap merayakan satu abad kelahiran Pramoedya Ananta Toer. Rencananya perayaan hari lahir sastrawan kondang dari Blora itu dilakukan pada Februari 2025.
Bupati Blora Arief Rohman menyebut, sudah ada rapat dengan berbagai pihak untuk menyukseskan acara peringatan Satu Abad Pramoedya Ananta Toer tersebut. ’’Kami sudah rapat, nanti acaranya pada 6, 7, dan 8 Februari 2025. Akan ada berbagai event,” katanya.
Menurutnya, dipastikan akan ada berbagai pihak dan tokoh datang. Tak hanya tokoh Nasional, bahkan dari mancanegara juga. ’’Akan ada banyak pengunjung. Akan kami umumkan nanti acaranya apa saja,” tuturnya.
Arief menambahkan, putri Pramoedya Ananta Toer secara khusus juga sudah berkunjung ke Blora. Untuk mematangkan acara ke depannya. ’’Sudah ke sini, bertemu panitia dan yang terlibat dalam acara nanti,” paparnya.
Bahkan, Bupati juga akan mengundang Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk peringatan bersejarah itu. Sehingga, acara tersebut makin meriah dan menarik perhatian banyak orang. Apresiasi terhadap Pram memang sudah selayaknya diberikan.
Penulis Tetralogi Pulau Buru itu sudah mengaharumkan nama Blora dan Indonesia di kancah Internasional. Ia merupakan satu-satunya sastrawan Indonesia yang berhasil masuk nominasi Nobel Sastra sebanyak enam kali.
Terlebih, hingga kini hanya ada dua tokoh Indonesia yang dinominasikan mendapatkan Nobel. Pram satu di antaranya. Tak hanya itu, beragam penghargaan telah disabet penulis yang telah mengalami kurungan itu.
Seperti Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS (1988), Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS (1989), hingga Centenario Pablo Neruda, Chili (2004).
Pada 1995, Pram pun pernah mendapatkan hadiah berupa medali dari Filipina. Kala itu, ia mendapatkan medali bergambar wajah Presiden ketiga Filipina, Ramon Magsaysay, serta uang sebanyak USD 50.000.
Sementara itu, setelah bertahun-tahun menjadi wacana, tampaknya dalam waktu dekat Jalan Pramoedya akan segera diresmikan. Saat ini, jalan itu merupakan Jalan Sumbawa. Yakni, jalan yang mengarah ke rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer yang kini ditempati adiknya, Soesilo Toer.
Usulan agar Jalan Sumbawa diubah menjadi Jalan Pramoedya sudah diajukan Soesilo Toer dalam momen haul Pramoedya pada masa Bupati Blora Joko Nugroho. Dengan harapan sebagai sebagai wujud apresiasi dan penghargaan karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang mendunia.
Namun, sampai saat ini belum terealisasikan. Setelah bertahun-tahun itulah kini harapan itu makin dekat. Rencananya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akan meresmikan jalan itu di momentum satu abad kelahiran Pramoedya Ananta Toer pada Februari 2025 nanti. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana