BLORA, Radar Bojonegoro - Badan Pusat Statistik (BPS) Blora mencatat angka pengangguran di daerah meningkat 2.174 orang tahun ini. Mereka merupakan bagian dari angkatan kerja.
Upaya Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Blora dengan membuka bursa kerja tahun ini tampaknya belum berdampak signifikan kurangi pengangguran.
Kepala BPS Kabupaten Blora Rukhedi memaparkan, penduduk usia kerja atau usia 15 tahun ke atas sebanyak 734.134 orang. Terbagi menjadi dua variabel, yakni angkatan bukan kerja, mereka masih bersekolah, hingga memilih untuk mengurus rumah tangga terdapat 194.480 orang.
Sedangkan, angkatan kerja, mereka yang memasuki usia kerja mencapai 539.654 orang. ’’Angkatan kerja di Blora alami peningkatan 6.012 orang dibanding tahun lalu,” ungkapnya. Rukhedi menerangkan, dari jumlah angkatan kerja yang dimiliki Blora tersebut, sekitar 519.853 orang berstatus kerja.
Sehingga, sebanyak 19.801 orang menyandang status pengangguran. Apabila dipersentasekan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 3,67 persen pengangguran. ’’Ada kenaikan pengangguran sebanyak 2.174 orang dibandingkan dengan Agustus 2023 sebanyak 17.627 orang,” katanya.
Rukhedi menilai hal ini lumrah, lantaran ekonomi secara Nasional memang melambat. ’’Perekonomian Blora melambat. Namun, tidak sampai kontraksi turun. Hanya alami perlambatan. Turun bukan ke negatif. Hanya secara nilai turun,” jelasnya.
Menurutnya, angka (TPT) dengan jumlah tersebut tidak terlalu banyak. Karena masih di bawah 3.000 orang. Namun, jika dilihat dari persentase naik dari angka 3,10 persen menjadi 3,67 persen.
’’Tapi, angka (TPT) ini jauh lebih rendah daripada angka TPT Nasional 2024 sekitar 4,82 persen. Sedangkan, angka TPT Jawa Tengah 2024 sebesar 4,78 persen,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinperinaker Blora Endro Budi Susanto mengaku bakal berkoordinasi dengan BPS. Sebab, pihaknya belum mendapatkan rilis terbaru terkait ketenagakerjaan tahun ini. Agar mendapat kejelasan angka pengangguran yang dimaksud dari sektor lain.
’’Mungkin (pengangguran) yang dimaksud dari sektor pertanian. Karena adanya iklim tidak menentu, pertanian berkurang. Sehingga, ada yang menganggur,” katanya. Endro mengaku, pihaknya telah mengupayakan pengurangan pengangguran pada tahun ini melalui pelatihan-pelatihan di BLK.
Agar mereka mendapat skill sebelum memasuki dunia kerja. Selain itu, bursa kerja yang telah diselenggarakan. Namun, pihaknya belum mengantongi data ribuan pelamar yang sudah diterima kerja. ’’Belum ada informasi dari perusahaan yang menerima, yang ikut job fair kemarin,” terang dia. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana