BLORA, Radar Bojonegoro - Debat publik kedua masa kampanye dua Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Blora berlangsung seru. Paslon 01 Arief Rohman-Sri Setyorini (Asri) dan Paslon 02 Abu Nafi-Andika Adhikrisna (Abdi) saling cecar soal visi misi.
Debat kedua itu berlangsung di Kyriad Arra Hotel Minggu (17/11).
Tema yang diusung ialah mewujudkan masyarakat Blora yang harmonis berbasis ketahanan sosial dan budaya yang kokoh. Paslon Asri mencecar Abdi terkait komitmen dalam memajukan kebudayaan di Blora.
Arief Rohman mengatakan, sebagaimana visi-misi Abdi soal kebudayaan tak disinggung sama sekali. ’’Kalau melihat dari visi-misi yang disetor ke KPU, komitmen perjuangan kebudayaan dari paslon 02 tidak tertulis. Lupa atau apa? Bagaimana konsep pemajuan kebudayaan yang akan dilakukan, seperti apa cara mendukung mendukung kesenian,” ujar Arief.
Pihaknya pun membandingkan dengan Asri yang sejak awal dalam visi-misi sudah menuangkan visi kebudayaan. Ia bahkan menjanjikan akan menggarap Perda Pemajuan Kebudayaan sebagai bentuk keberpihakan yang konkret pada seniman.
’’Dengan tertulis di visi-misi, nantinya bisa diterjemahkan dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) saat terpilih. Tidak sekadar omong-omong saja," paparnya.
Menanggapi itu, Abu Nafi menjelaskan, meski tak tercantum dalam visi-misi, tetapi komitmen atas kemajuan kebudayaan sudah dia lakukan. Dan, ke depan akan terus dikembangkan. ’’Saat jadi anggota DPRD, saya kumpulkan seniman. Teman-teman barongan, tayub, seni, keroncong. Kalau ditanya konsep keberpihakan kami, ya jelas bentuk dukungan dalam bentuk anggaran pada seniman. Masukan dari mereka akan kami akomodasi,” jelasnya.
Abu Nafi kemudian balik mencecar Arief Rohman. Lantaran dalam visi-misi Arief 2021-2026 tak sepenuhnya sudah tercapai. Sehingga visi-misi tak lantas bisa dijadikan pijakan utama. ’’Omong-omong saja itu kalau sudah ngomong kemudian dalam prosesnya tidak dilakukan. Yang omong-omong doang itu siapa?,” tambahnya.
Abu Nafi kemudian menyoroti ada beberapa yang tertuang dalam visi misi Arief Rohman yang belum tuntas. Seperti infrastruktur, SDM, dan investasi. ’’Kita lihat angka pengangguran, nyatanya tidak ada perubahan. Kemudian soal infrastruktur dan investasi juga tidak tuntas,” tuturnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana