Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Transfer DBH Migas Blora 2024 Hingga Oktober Baru Terealisasi Rp 110 Miliar

Hakam Alghivari • Senin, 14 Oktober 2024 | 21:00 WIB
TERUS BERTAMBAH : Seorang pekerja sedang melintas di kawasan migas di Blora.
TERUS BERTAMBAH : Seorang pekerja sedang melintas di kawasan migas di Blora.

BLORA, Radar Bojonegoro - Transfer dana bagi hasil (DBH) migas hingga awal Oktober ini baru terealisasi Rp 110 Miliar. Diperkirakan perolehan DHB tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya lifting migas yang turun.

Plt Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Susi Widyorini mengungkapkan, sebanyak Rp 110 Miliar perolehan DBH migas tahun ini telah masuk ke kas daerah. Semuanya telah direalisasikan untuk pembangunan. Jumlah tersebut kalkulasi mulai Januari hingga awal Oktober. “Pencairannya tidak pasti, tapi rerata biasanya cair tiap tiga bulanan,” ungkapnya.

Widyorini mengatakan, nilai DBH tersebut masih terus berjalan dan bertambah. Masih ada waktu tiga bulan hingga tahun ini berakhir. Namun, diperkirakan perolehan DBH tahun ini tidak sampai di angka Rp 160 Miliar seperti tahun lalu.

“Kalau Rp 160 miliar kayaknya tidak, anggarannya hasus saya lihat lagi,” jelasnya.

Pihaknya bakal memperkirakan lagi perolehan DBH untuk pemkab hingga akhir tahun ini. “Kira-kira masuk lagi berapa, ini saya baru akan mengumpulkan teman-teman untuk membahas itu,” katanya.

Perolehan DBH migas dipengaruhi beberapa faktor. Selain harga minyak dunia, juga dipengaruhi realisasi produksi atau lifting migas tahun ini. Jika lifting turun juga berdampak pada perolehan DBH.

Meski telah mendapat DBH migas, Widyorini menegaskan bahwa pemkab masih terus mengupayakan persentase DBH untuk Blora bisa bertambah. Beberapa waktu lalu pihaknya juga mengikuti agenda audiensi dengan Kemendagri. Memberikan formula penghitungan DBH yang lebih adil. Sebab, Blora termasuk Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Blok Cepu. Namun persentase DBH-nya minim.

“Pemkab tetap perjuangkan perolehan DBH agar bisa naik,” ungkapnya. (luk/zim)

Editor : Hakam Alghivari
#Lifting #WKP #cepu #Produksi #transfer #dbh migas #Terealisasi #blok #dbh #BPPKAD #blok cepu #migas