CEPU, Radar Bojonegoro - Upaya merealisasikan Kawasan Cepu Raya masih gencar. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Pratikno memperkirakan akan ada investasi berupa pembangunan pabrik metanol di Cepu, Blora.
Menurut Pratikno, untuk membangun ibu kota kawasan dan pembangunan ekonomi Cepu Raya, yang dibutuhkan bukan sekadar investasi berbasis kapital intensif dan teknologi intensif, padat modal dan teknologi.
Tapi, juga investasi padat karya yang membutuhkan produk-produk masyarakat lokal. ’’Itu yang terpenting. Memang bakal ada pembangunan (pabrik methanol) di sana. Kawasan Cepu Raya ini mencakup Blora, Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban,” tegasnya.
Pembangunan pabrik metanol di wilayah Cepu ini dibenarkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bahlil menyampaikan, pembangunan pabrik metanol di wilayah Cepu akan dilaksanakan Air Products, perusahaan raksasa asal Amerika Serikat.
Total investasi yang dikucurkan di Indonesia mencapai USD 15 miliar atau setara Rp 219 triliun. Rinciannya, sebanyak USD 7 miliar atau setara Rp 102,4 triliun telah digelontorkan untuk proyek DME methanol di Balongan.
’’Diperkirakan membangun (pabrik) metanol di Cepu, sisanya kita akan bikin hidrogen yang akan dibangun di Indonesia dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang dimiliki negara,” ucap Bahlil.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah menyiapkan lahan seluas 1.100 hektare untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Lokasinya, di 14 titik yang tersebar di 11 kecamatan tersebut.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pihaknya juga mulai membuat masterplan kawasan industri di Kecamatan Kunduran untuk menarik minat investor. Sebab, kurang tertariknya investor masuk di Blora dikarenakan terkendala akses. Yakni, jauh dari pelabuhan Semarang.
Karena itu, apabila pelabuhan Rembang jadi, dipastikan memberikan dampak positif bagi Blora dari sisi investasi. Mengingat jarak Rembang dan Blora itu dekat. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari