BLORA, Radar Bojonegoro - Santer bermunculan nama-nama kandidat calon bupati (cabup) Blora. Meski begitu, Bupati Blora Arief Rohman yang diprediksi bakal maju kembali sebagai petahana masih santai. Dirinya akui fokus mengerjakan apa saja untuk Blora dan menuntaskan sisa masa jabatannya.
Menurut hasil pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, memang sejumlah nama telah mencuat untuk turut bersaing menjadi bupati Blora. Pertama, kadidat dari Partai Gerindra. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Blora Djoko Nugroho yang juga mantan Bupati Blora itu secara terbuka siap menyalonkan anaknya.
Kemudian, nama lain yang belakangan juga mencuat ke permukaan adalah seorang pengusaha pabrik gula. Yakni, Kamajaya. Bahkan, pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah politisi di Blora. Meski masih enggan menyampaikan maksudnya secara terbuka. Namun, dukungan dari para petani tebu sudah disampaikan.
Nama Arief Rohman sendiri sebenarnya juga santer dikabarkan kembali meramaikan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal itu mengacu pada kinerja bagus yang ditunjukkan. Terutama dalam peningkatan infrastruktur. Serta, program pendidikan. Hingga terobosan progam inovatif lainnya.
’’Belum memikirkan Pilkada. Karena masih November juga kan,”
- Arief Rohman, Bupati Blora
Walau digadang-gadang kembali nyabup dirinya akui masih santai. Pihaknya mengaku, saat ini masih belum memikirkan kontestasi itu. Arief fokus kerja untuk menuntaskan masa jabatan tersisa. ’’Saat ini, fokus bekerja. Yang penting sekarang kerja, kerja, kerja,’’ tegasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Selasa (12/3).
Menurutnya, pilkada masih lama. Sesuai jadwal KPU, bakal diselenggarakan pada November nanti. Sehingga, masih ada waktu setengah tahun lebih untuk pihaknya bisa berkontribusi bagi Blora dengan jabatannya sebagai Bupati. ’’Belum memikirkan Pilkada. Karena masih November juga kan,” tuturnya.
Dirinya juga mengungkapkan, bahwa targetnya sebagai bupati saat ini masih berfokus pada pembangunan infrastruktur dan mengembangkan investasi di Kabupaten Blora. Saat ini, menurutnya sejumlah investor sudah mulai tertarik untuk berinvestasi.
’’Ya mungkin akan dibangun pusat perbelanjaan atau bioskop. Ini masih kita kaji. Nah, yang pasti aset-aset yang memang bisa dikerjasamakan, ya kita kerjasamakan,” terangnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana