Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gaji Minim Potret Penjaga Sekolah di Blora Siasat Cari Sampingan, tapi Sekolah Harus Aman

Muhammad Suaeb • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 00:22 WIB
BEKERJA SEPENUH WAKTU: Seorang penjaga SD Negeri 2 Banjarejo, Sugiri mengais rezeki dengan tulus dan ikhlas. Ia hanya berharap agar honornya layak. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BLORA)
BEKERJA SEPENUH WAKTU: Seorang penjaga SD Negeri 2 Banjarejo, Sugiri mengais rezeki dengan tulus dan ikhlas. Ia hanya berharap agar honornya layak. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro — Sugiri tampak tabah. Penjaga sekolah sejak 2005 itu selalu setia menjaga SDN 2 Banjarejo, Blora. Mulai dari membuka ruang kelas sekolah, membersihan ruang, hingga halaman sekolah. Terkadang membantu tugas-tugas pendidikan lainnya.

Sugiri mengatakan, gaji diterimanya per bulan hanya Rp 350 ribu. Tabah meski memiliki banyak tugas harus diselesaikan. Termasuk siap siaga jika para guru butuh bantuannya. Tugas Sugiri ini potret dari sosok penjaga-penjaga sekolah di Blora.

Ada juga honor yang minim itu Rp 100.000, hingga Rp 200.000. Itu menyedihkan, tutur Sugiri.

Nasib para penjaga sekolah di Blora, menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Nasibnya masih jauh dari kata layak. Penghasilan diperoleh para penjaga sekolah belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Hal tersebut karena gaji diterima tidak sampai Rp 1 juta.

Sugiri mengatakan, untuk makan sehari-hari tidak mencukupi. Padahal, jika tidak biasa, kegiatan rutinitas penjaga sekolah itu melelahkan. Bahkan pekerjaannya tak memiliki jam kerja. Selama 24 jam, Sugiri harus memastikan sekolah dalam keadaan aman.

Mulai dari menyapu halaman, menjaga sekolah termasuk membersihkan kamar mandi. Menyirami tanaman, membuka pintu kelas tiap hari, menaikkan bendera. Setelah anak-anak pulang sekolah masih jaga juga di sekolah sampai malam. 24 jam. Jelas honor dan hak kami kurang diperhatikan. Sangat tidak layak, keluhnya.

Bagaimana siasat bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari? Ternyata, para penjaga sekolah itu mempunyai pekerjaan sampingan di luar jam sekolah. Seperti berjualan es. Untuk memperjuangkan nasibnya sebagai penjaga sekolah, Sugiri dan kawan-kawan membentuk paguyuban penjaga sekolah dasar negeri se-Blora.

Sugiri mengatakan, juga mendapat tambahan gaji dari Dinas Pendidikan (Disdik) Blora senilai Rp 400 ribu. Hanya, tidak rutin cair tiap bulan. Kadang yang dari dinas pendidikan itu cairnya 3 atau 4 bulan sekali, jelasnya.

Mereka juga sempat beberapa kali mendatangi kantor DPRD, kantor pemkab, agar kesejahteraan para penjaga sekolah segera dirasakan bersama-sama. Tak hanya audiensi di kabupaten, para penjaga sekolah juga sempat mendatangi kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), hingga ke Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) di Jakarta.

Kehidupan sehari-hari juga seperti ini, tidak layak. Tapi kami semangat berjuang, agar penjaga sekolah diangkat PPPK seperti guru-guru. Terlebih, kami membantu pendidikan di masyarakat, ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Blora Achlif Nugroho Widi Utomo mengatakan, DPRD komitmen mengawal anggaran peningkatan kesejahteraan para penjaga sekolah. Dan dianggarkan masuk di APBD 2024. Komitmen itu akan melibatkan disdik dan BPPKAD.

Yang kurang dari empat tahun akan diusulkan mendapat Rp 800 ribu per bulan. Sementara lebih dari empat tahun mendapatkan Rp 1 juta. Tentu ini menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, jelasnya. (hul/rij)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#DPRD #penjaga sekolah #honor #tugas #Disdik #BPPKAD