Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Petani dan Produksi Tembakau Menurun

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 19 Mei 2023 | 19:23 WIB
MANANTI TANAM: Petani tembakau tampak menunggu giliran memperoleh bantuan alsintan dan pupuk. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
MANANTI TANAM: Petani tembakau tampak menunggu giliran memperoleh bantuan alsintan dan pupuk. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Blora, produksi tembakau tahun lalu menurun 30,84 kuintal. Kondisi tersebut ditengarai jumlah petani tembakau berkurang. Pemkab Blora tengah memberikan stimulan subsidi pupuk dan alsintan menggenjot produksi.

Kepala Dinas Pangan Pertanian Perikanan dan Peternakan (DP4) Blora Gundala Wejasena mengatakan, pada 2022 petani menanam tembakau cenderung menurun. Namun, harga diperoleh petani cenderung tinggi.

Petani banyak yang untung besar meski tanamannnya tidak sebanyak 2021. “Tahun ini diperkirakan musimnya cocok bertanam tembakau. Harga tahun lalu tinggi, biasanya petani akan bertambah menanam tembakau," katanya kemarin (18/5).

Menurutnya, saat musimnya sesuai dan harga tahun lalu cenderung tinggi bisa mendorong petani bertanam tembakau lagi. ‘’Blora termasuk penghasil tembakau dengan luas lahan sekitar 1.000 hektare," jelasnya.

Data BPS Blora 2022 akhir tahun lalu panen padi mencapai 1.057,38 kuintal, berkurang 30,84 kuintal 2021 sebanyak 1.026,54 kuintal. Terdapat dua varietas tembakau, petani di Kecamatan Jiken sampai Todanan menanam varietas kasturi. Tembakau kemitraan dengan PT Sadhana Arif Nusa.

‘’Sedangkan tembakau di selatan Blora ditanam di Kecamatan Randublatung dan Kradenan, varietas gilang mancung dan gilang banteng,” bebernya.

Menurut Gundala, tanaman tembakau sebagian besar ditanam saat musim tanam ketiga atau musim kemarau. Hanya sebagian kecil ditanam saat musim tanam kedua biasanya lahan masih ditanami padi.

‘’Harga tembakau fluktuatif. Pada 2020 harga kurang baik. Pada 2021 musim kemaraunya basah sehingga kurang sesuai menanam tembakau," paparnya.

Untuk meningkatkan produksi petani, pemkab menyuplai alsintan dan pupuk kepada para petani tembakau. Yakni, 43 unit cultivator, 2 unit kendaraan roda tiga, 2 unit traktor roda dua, 25.000 kg NPK rendah Khlor, 78.000 kg pupuk ZA, dan Plastik UV sebanyak 50 lembar. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Petani #mBangun Blora Berkelanjutan #tembakau #blora