Supri salah satu pengunjung mengatakan, sejak diresmikan awal tahun lalu beberapa kali mengajak anaknya bermain di Alun-Alun Jipang. Alasannya, terdapat wahana mainan mobil. ‘’Kalau sore atau minggu pagi ajak anak ke sini, kadang bermain mobil. Biasanya juga hanya bermain di alun-alun hingga menjelang magrib," jelasnya.
Menurut Supri, wahana di alun-alun masih minim. Perlu penambahan agar bervariasi, terutama wahana anak-anak. Baginya, Alun-Alun Jipang selain tempat rekreasi lokal desa, juga tersemat sejarah di dalamnya, seperti cagar budaya Makam Gedong Ageng. ‘’Informasinya akan ditata sebagai wisata religi," terangnya.
Kepala Desa Jipang Kecamatan Cepu Ngadi menjelaskan, wahana di alun-alun berusaha ditambah. Tempat pedagang berjualan sudah dipersiapkan. Saat ini terdapat 28 stan berjajar di dekat alun-alun. ‘’Dikelola swadaya oleh bumdes, untuk para pedagang dari desa sendiri," jelasnya.
Menurut Ngadi, agar lebih memikat, destinasi wisata desa butuh bantuan dari berbagai sektor, terutama pemkab. Saat ini sumber daya seadanya dimanfaatkan menarik para pengunjung untuk singgah di Alun-Alun Jipang.
‘’Rencana wisata religi sedang dilakukan pembahasan, semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto