Namun, berbeda bagi santri ndalem (asisten keluarga kiai), mereka biasanya masih di pondpes untuk mengabdi. Yakni membantu kiai karena Lebaran banyak tamu.
‘’Memang kalau santri yang ikut ndalem itu saat Lebaran masih di pondok, karena dia mengabdi kepada kiai. Membantu para kiai saat Lebaran. Banyak tamu datang," ujar Kepala Kemenag Blora M.Fatah.
Fatah menjelaskan, meski berada di pondok, para santri ndalem masih bisa bertemu dengan orang tua untuk halal bi halal. Pulang ke rumah sebentar, kemudian kembali ke ponpes untuk membantu menyiapkan suguhan bagi para tamu yang datang kepada kiai.
‘’Sedangkan untuk santri yang hanya ngaji sudah pulang sepuluh hari sebelum Lebaran," jelasnya.
Fatah mengatakan, setiap ponpes mempunyai mekanisme masing-masing untuk meperbolehkan santrinya pulang. Rerata pada puasa ke 20 semua ponpes memperbolehkan santri pulang. Patokannya pada kitab yang diampu sudah seleaai.
‘’Kitab yang dikaji selama bulam puasa sudah khatam. Selesai semua,’’ terangnya.
Pengasuh Ponpes Khozinatul Ulum Blora Labib Hilmy mengungkapkan, santri di ponpes sudah diperbolehkan pulang sejak ngaji kitab di pondok selesai. Ada bermacam kitab yang dikaji para santri. "Khozinatul ulum ngajinya selesai 20 Ramadan,’’ jelasnya.
Sementara Pengasuh Ponpes Assalam Cepu Anief Usman mengungkapkan, banyak santri yang telah mudik atau pulang ke rumah. Kitab-kitab yang dikaji sudah tuntas. Ada beberapa santri yang ikut ndalem, mengabdi untuk membantu para kiai saat lebaran.
‘’Rerata santri sudah pada pulang. Ada beberapa yang menjadi santri ndalem," ujarnya. (luk/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto