Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Terdeteksi 222 Kasus TBC di Blora

M. Yusuf Purwanto • Senin, 10 April 2023 | 19:16 WIB
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
BLORA, Radar Bojonegoro – Angka tuberculosis (TBC) di Blora masih tinggi. Periode Januari-Maret tahun ini sudah ada 222 kasus.  Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora meminta semua pihak ikut mencegah persebarannya. Sebab, TBC termasuk penyakit menular endemik yang berbahaya.

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes Blora Joko Budi Heri Santoso mengatakan, selama 2022 lalu tercatat ada 1.269 kasus. Target penurunannya sebesar 1.750 kasus

 

Heri, sapaanya, melanjutkan, warga yang teridentifikasi TBC bisa melakukan pengobatan gratis yang disediakan oleh pemerintah. Pengobatan dilakukan dengan jenjang waktu sekitar 6 bulan. Saat pengobatan, pihaknya menganjurkan untuk membersihkan lingkungan agar masa pengobatan cepat membuahkan hasil.

 

‘’Selain diobati, juga mendeteksi kontak yang rawan tertular. Seperti keluarga terdekat yang disebut identifikasi kontak. Setelah sembuh, kami masih pantau dan memberikan arahan untuk menjaga pola hidup sehat agar penyakit tersebut tidak kembali lagi,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro

 

Heri menambahkan,TBC menyerang segala usia. Mayoritas pengidap penyakit tersebut adalah orang usia dewasa. Hal tersebut disebabkan karena program imunisasi di masa lampau masih kurang maksimal.0 Sehingga orang dewasa saat ini mudah terserang penyakit tersebut.

 

Saat ini, dinkes, tengah mengupayakan untuk mencegah penularan melalui imunisasi kepada bayi. Itu agar bayi tidak mudah tertular penyakit tersebut. Selain itu, untuk tingkat kabupaten atau kota, TBC termasuk perhatian khusus dalam standar pelayanan minimal (SPM). Sebab, termasuk penyakit menular endemik yang berbahaya.

 

‘’Selain imunisasi sejak dini, juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap pola-pola yang perlu dilakukan jika teridentifikasi TBC,’’ ungkapnya. (hul/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto
#mBangun Blora Berkelanjutan #TBC #Kasus #blora